Yaman: Penghentian Agresi, Syarat untuk Kesepakatan dengan Saudi
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, setiap kesepakatan dengan Arab Saudi harus didasarkan pada penghentian penuh agresi militer ke Yaman dan pencabutan blokade terhadap negara ini.
Mohammad Ali al-Houthi mengungkapkanya dalam pernyataan terbaru seperti dilansir Tasnim mengutip jaringan al-Mayadeen, Sabtu (2/4/2016).
Ia menegaskan, perjanjian dengan Arab Saudi didasarkan pada penghentian agresi dan pencabutan penuh blokade terhadap Yaman.
"Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa pasukan agresor Arab Saudi membombardir target-target sipil," imbuhnya.
Serangan udara Arab Saudi ke Yaman meningkat ketika Utusan Khusus PBB untuk Yaman telah mengumumkan bahwa gencatan senjata di Yaman akan dimulai pada tanggal 10 April, sementara perundingan damai akan dimulai pada tanggal 18 April.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang didukung oleh Amerika Serikat sejak Maret 2015 hingga sekarang telah merenggut nyawa ribuan orang dan melukai belasan ribu lainnya.
Invasi militer tersebut juga telah memporak-porandakan infrastruktur penting Yaman dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. (RA)