Dari Pembakaran Rumah hingga Penembakan; Korban Berjatuhan di Tepi Barat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194430-dari_pembakaran_rumah_hingga_penembakan_korban_berjatuhan_di_tepi_barat
Pars Today - Serangan besar-besaran pemukim Zionis dan pasukan pendudukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza melukai puluhan warga Palestina dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil Palestina.
(last modified 2026-08-06T04:57:46+00:00 )
Aug 06, 2026 11:55 Asia/Jakarta
  • Serangan tentara Israel ke warga Tepi Barat Palestina
    Serangan tentara Israel ke warga Tepi Barat Palestina

Pars Today - Serangan besar-besaran pemukim Zionis dan pasukan pendudukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza melukai puluhan warga Palestina dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil Palestina.

Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip situs berita Arab 48, Kamis, 6 Agustus 2026, meningkatnya serangan pemukim Zionis dan pasukan militer rezim pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza sekali lagi menimbulkan penderitaan baru bagi bangsa Palestina dan mengungkap dimensi baru dari kejahatan-kejahatan Zionis di wilayah pendudukan Palestina.

Berdasarkan laporan dari sumber-sumber setempat, pada Rabu (5/8) malam, kelompok-kelompok bersenjata pemukim Zionis, dengan menyerang desa "Khirbet Tuba" di kawasan Masafer Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron), membakar rumah-rumah warga Palestina. Palang Merah mengumumkan bahwa sebagai akibat dari serangan ini, 5 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, terluka, dan beberapa di antaranya mengalami sesak napas akibat asap.

Pada saat yang sama, di utara Tepi Barat, pemukim Zionis, dengan dukungan tentara rezim Israel, menyerbu kota "Beit Furik" di timur Nablus, dan dengan memukuli warga Palestina, mengirim tiga orang ke rumah sakit.

Di Lembah Yordan, pemukim Zionis juga mengepung ratusan hektar lahan Palestina di kawasan "Hammamat al-Maleh". Di kota-kota "Madama" dan "Asirah al-Qibliyah" di selatan Nablus, pemukim juga mencuri air minum warga Palestina dengan menghubungkan pipa-pipa air ke pompa utama pasokan air di wilayah tersebut.

Di kota Al-Bireh di tengah Tepi Barat, pasukan pendudukan Israel menggerebek tiga rumah tinggal di kawasan "Sath Marhaba" dan setelah mengusir paksa penghuninya, mengubahnya menjadi pos militer. Pada saat yang sama, tentara rezim Zionis, dengan kendaraan lapis baja, menerobos ke lingkungan "Umm al-Shara'it" dan dengan memblokir jalan-jalan utama, sangat mengganggu lalu lintas warga dan melakukan operasi pencarian dan penggeledahan besar-besaran di gang-gang lingkungan tersebut.

Di selatan Jalur Gaza, artileri rezim Zionis membombardir wilayah timur laut Kota Khan Yunis. Pada saat yang sama, tentara pendudukan Israel di timur kota tersebut menembakkan suar.

Laporan-laporan lapangan menunjukkan bahwa kendaraan militer tentara Israel, dengan melintasi "garis kuning" di kawasan "Mawasi Rafah", menerobos ke dalam tenda-tenda pengungsi Palestina dan menembak secara langsung dan luas ke arah tenda-tenda tersebut. Hingga saat ini, statistik pasti korban dari serangan-serangan ini belum diumumkan, tetapi sumber-sumber setempat melaporkan ketakutan dan teror yang hebat di antara para pengungsi Palestina.

Di utara Quds yang diduduki, seorang pemuda Palestina di dekat gerbang kawasan "Al-Dahiyah" di kota Al-Ram menjadi sasaran tembakan pasukan rezim Zionis dan terluka di bagian kaki, dan Bulan Sabit Merah Palestina, setelah memberikan pertolongan pertama, membawanya ke rumah sakit.

Selama serangan tentara Zionis ke Kamp Qalandia di utara Quds, 8 warga Palestina juga terluka akibat pemukulan dan dibawa ke rumah sakit. Pasukan Bulan Sabit Merah Palestina juga mengevakuasi 5 pasien dari dalam kamp tersebut.

Media-media Palestina mencatat bahwa serangan-serangan ini meningkat ketika komunitas internasional masih mengambil sikap pasif terhadap kejahatan-kejahatan berkelanjutan rezim Zionis di Tepi Barat dan Gaza.(Sail)