Pasar Minyak Abaikan Ancaman Sanksi AS
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i195580-pasar_minyak_abaikan_ancaman_sanksi_as
Pars Today – Harga minyak bergerak dengan fluktuasi terbatas, sementara pasar menilai sanksi baru AS terhadap Iran sebagai faktor marginal dan tidak berdampak pada pasokan fisik.
(last modified 2026-08-25T10:46:50+00:00 )
Aug 25, 2026 17:43 Asia/Jakarta
  • Pasar Minyak Abaikan Ancaman Sanksi AS

Pars Today – Harga minyak bergerak dengan fluktuasi terbatas, sementara pasar menilai sanksi baru AS terhadap Iran sebagai faktor marginal dan tidak berdampak pada pasokan fisik.

Menurut laporan koresponden Mehr yang mengutip Reuters, dalam perdagangan hari ini di pasar global, harga minyak mentah Brent turun 0,3 persen menjadi 92,14 dolar, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,07 persen, diperdagangkan di kisaran 85,07 dolar.

 

Para ahli dari lembaga ING, dalam sebuah catatan analitis, dengan menyatakan bahwa pasar acuh tak acuh terhadap tindakan-tindakan ekonomi Washington, menekankan bahwa para pedagang menganggap ancaman-ancaman terbaru AS untuk membujuk mitra-mitra dagang agar memutuskan hubungan dengan Iran sebagai tindakan marginal yang tidak memiliki kemampuan untuk mengganggu keseimbangan pasokan dan permintaan. Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, kemarin, dengan mengancam negara-negara akan dikeluarkan dari sistem keuangan dolar, menuntut penghentian jalur-jalur ekonomi Iran; meskipun ia tidak menentukan waktu pelaksanaan ancaman-ancaman ini untuk memberi kesempatan kepada negara-negara untuk berkoordinasi. Tim Waterer, analis KCM, juga percaya bahwa pasar minyak menganggap tekanan-tekanan ini, dibandingkan dengan risiko konflik militer, sebagai jalur yang kurang berisiko bagi pasokan fisik.

 

Bayangan Ancaman di Selat Hormuz dan Respons Pasar

 

Bersamaan dengan ketegangan-ketegangan ini, Organisasi Operasi Maritim Komersial Inggris (UKMTO) melaporkan hantaman proyektil tak dikenal ke sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman. Sementara itu, Republik Islam Iran masih menekankan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz yang strategis; sebuah selat yang sebelum dimulainya konflik, menjadi jalur transit 20 persen minyak yang dikonsumsi dunia. Iran pada hari Senin, dengan mengidentifikasi 45 kapal tanker yang melanggar aturan, mengeluarkan peringatan serius tentang setiap tindakan balasan, termasuk penyitaan muatan jika terjadi pelanggaran aturan lalu lintas.

 

Penurunan Belum Pernah Terjadi pada Cadangan Strategis Minyak AS (SPR)

 

Gangguan pasokan akibat konflik yang dimulai sejak akhir Februari, telah memberikan tekanan berat pada cadangan global. Berdasarkan laporan Senin dari Departemen Energi AS, cadangan strategis minyak AS (SPR) turun 3,7 juta barel dalam sepekan terakhir ke level 289,7 juta barel. Angka ini, yang merupakan tingkat terendah sejak November 1982, menunjukkan kelanjutan penarikan untuk mengelola pasar di tengah kelanjutan konflik regional. (MF)