ISESCO: Militer Zionis Isael Lakukan Kejahatan Perang!
-
Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ISESCO)
Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ISESCO) mengutuk agresi rezim zionis Israel terhadap warga Palestina dalam demonstrasi akbar "Hak Kembali".
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, ISESCO yang berada di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) hari Sabtu dalam sebuah pernyataan menebutkan, penggunaan peluru dan gas beracun oleh rezim zionis yang tidak pada tempatnya untuk menghadapi warga Palestina tidak berdosa yang menuntut dipenuhinya hak-hak mereka merupakan kejahatan perang.
Seraya mengecam tindakan rezim zionis Israel menggugursyahidkan Yasser Murtaji, wartawan Palestina, ISESCO menjelaskan, rezim zionis secara sengaja membunuhnya dan berusaha mencederai lebih banyak lagi.
Abdulaziz Othman Altwaijri, Sekjen ISESCO meminta organisasi-organisasi internasional mengecam kejahatan anti bangsa Palestina yang juga melanggar aturan internasional.
Ribuan warga Palestina pada 30 Maret dalam peringatan ke-42 Hari Tanah dalam aksi demo damai "Hak Kembali" bergerak menuju perbatasan Jalur Gaza dengan Palestina pendudukan, tapi kemudian aksi ini diserbu oleh militer Israel. Di hari itu, sedikitnya 17 warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 1.400 orang cedera.
Pada hari Jumat (06/4) demonstrasi "Hak Kembali" memasuki hari kedelapan dan puluhan warga Palestina gugur syahid akibat tertembak militer Israel dan lebih dari 1.300 orang cedera.
Selama sembilan hari pawai damai ini hingga kini 31 warga Palestina gugur syahid tertembak peluru militer Zionis Israel dan lebih dari 3.000 orang cedera.