Haaretz: Kebohongan Nuklir Israel terus Berlanjut
-
Dimona
Koran Haaretz seraya mengisyaratkan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal aktivitas nuklir Iran menulis, Israel melanjutkan kebohongan nuklirnya.
Laman Koran Haaretz Kamis (3/5) dalam sebuah artikel yang ditulis Gideon Levy dengan tajuk "Israel Berbohong" menulis, Israel melanjutkan kebohongan nuklirnya selama 60 tahun dan kini tidak bersedia mengungkapkan fakta terkait program nuklirnya.
Koran ini menulis, klaim Israel terkait aplikasi medis reaktor Dimona sekedar penipuan abad, karena Israel menerapkan kebijakan ambiguitas nuklir.
Haaretz seraya mengakuibahwa Israel tidak menandatangani konvensi apapun dan menolak tim inspeksi organisasi manapun, menulis, mereka yang berusaha mempublikasikan kebohongan nuklir Israel, baik di dalam ataupun di tempat lain dicap sebagai pengkhianat dan musuh.
Perdana menteri Israel pada Senin (30/4) malam dalam sebuah sandiwara dan propaganda baru anti Republik Islam Iran mengklaim bahwa Iran memiliki program rahasia untuk memproduksi senjata nuklir.
Sandiwara menggelikan Benjamin Netanyahu ini dirilis di saat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini berulang kali membenarkan status damai aktivitas nuklir Iran.
Klaim Netanyahu ini bentuk pengulangan klaim yang dirilis Amerika yang dikenal dengan kemungkinan dimensi militer (PMD) nuklir Iran. Sementara berkas ini telah ditutup oleh IAEA seiring dengan tercapainya kesepakatan nuklir (JCPOA). (MF)