Qatar Tuntut Penangguhan Keanggotaan Saudi-UEA di Dewan HAM
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59144-qatar_tuntut_penangguhan_keanggotaan_saudi_uea_di_dewan_ham
Qatar menuntut penangguhan keanggotaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Tuntutan ini dilontarkan pemerintah Doha setelah setahun pemutusan hubungan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir dengan Qatar.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 23, 2018 15:49 Asia/Jakarta
  • Qatar
    Qatar

Qatar menuntut penangguhan keanggotaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Tuntutan ini dilontarkan pemerintah Doha setelah setahun pemutusan hubungan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir dengan Qatar.

Menurut surat kabar al-Watan Qatar, Ketua Komite Nasional HAM Qatar Ali bin Samikh al-Marri dalam jumpa pers di markas PBB di Jenewa pada hari Jumat (22/6/2018) menuntut Dewan HAM PBB untuk mengambil langkah-langkah guna menindak negara-negara yang mengembargo Qatar.

 

Dia menuntut evaluasi terhadap berbagai laporan dan pernyataan Komisaris Tinggi HAM terkait masalah tersebut dan menangguhkan keanggotaan Arab Saudi dan UEA dari Dewan HAM PBB.

 

Menurut pejabat Doha itu, tuntutan penangguhan keanggotaan Arab Saudi dan UEA di Dewan Keamanan PBB karena pelanggaran nyata kedua negara tersebut terhadap hak-hak warga Qatar berdasarkan pasal 8 resolusi Majlis Umum PBB mengenai pembentikan Dewan HAM.

 

Al-Marri lebih lanjut menyinggung pentingnya tindakan Doha di Dewan HAM PBB untuk mengungkap langkah-langkah ilegal negara-negara yang mengembargo Qatar. Dia mengatakan, beberapa langkah ini meliputi tindakan di level kejahatan perang dan ekonomi serta hukuman umum terhadap rakyat Qatar.

Pesawat Qatar melewati zona udara Iran.

 

Sejak 5 Juni 2017, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar disebabkan kebijakan pemerintah Doha tidak sejalan dengan Riyadh. Keempat negara itu juga memblokade Qatar dari darat, laut dan udara sehingga satu-satunya jalur penerbangan negara itu melalui zona udara Iran. (RA)