Mengapa Koalisi Saudi Hentikan Sementara Serangan ke Al Hudaydah?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59504-mengapa_koalisi_saudi_hentikan_sementara_serangan_ke_al_hudaydah
Anwar Gargash, Menteri Penasehat Uni Emirat Arab dalam Urusan Luar Negeri, mengkofirmasikan penghentian serangan militer koalisi Arab pimpinan Arab Saudi ke sekitar kota al-Hudaydah di barat Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 02, 2018 22:26 Asia/Jakarta
  • Pelabuhan al-Hudaydah di Yaman
    Pelabuhan al-Hudaydah di Yaman

Anwar Gargash, Menteri Penasehat Uni Emirat Arab dalam Urusan Luar Negeri, mengkofirmasikan penghentian serangan militer koalisi Arab pimpinan Arab Saudi ke sekitar kota al-Hudaydah di barat Yaman.

Operasi Kemenangan Emas (Golden Victory) di al-Hudaydah dimulai sejak 13 Juni lalu. Prediksi awal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah operasi ini akan berakhir dengan kemenangan mereka dalam waktu singkat, namun setelah tiga pekan bukan saja tidak ada indikasi kemenangan koalisi Arab, bahkan militer bersama pasukan relawan rakyat Yaman menunjukkan tekad baja mereka untuk melawan agresi ini.

 

Oleh karena itu, sebab dihentikannya sementara serangan al-Hudaydah adalah kegagalan operasi ini. Terkait hal ini, Sharaf Ghalib Luqman, juru bicara resmi angkatan bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah menekankan, “Apa yang tengah terjadi di pantai barat dan al-Hudaydah adalah upaya gagal untuk menduduki dua wilayah ini oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan dihentikannya sementara perang juga indikasi perubahan sikap Emirat setelah kegagalan rencana dan agresinya, karena mereka berpikir mampu menduduki pantai barat hanya dalam tempo beberapa jam.”

 

Faktor lain dihentikannya sementara operasi Golden Victory ke al-Hudaydah juga berkaitan dengan upaya Martin Griffiths, Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman. Griffiths selama tiga pekan terakhir berupaya meyakinkan berbagai kelompok Yaman supaya pelabuhan al-Hudaydah berada di bawah kontrol PBB melalui perundingan dengan mereka.

 

Sementara itu, Gargash mengklaim bahwa alasan penghentian serangan ke al-Hudaydah adalah memberikan kesempatan kepada Ansarullah untuk berunding. Padahal sebelumnya Gargash juga menyatakan bahwa perundingan dengan Ansarullah telah berlalu dan memaksa kelompok Houthi Yaman menyerahkan kota al-Hudaydah kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Di sisi lain, Ansarullah sebelumnya juga setuju dengan usulan utusan khusus PBB untuk berunding terkait al-Hudaydah, karena kubu muqawama rakyat ini khawatir kondisi kemanusiaan di Yaman semakin parah akibat perang di al-Hudaydah. Klaim Gargash ini sekedar penipuan opini publik dan menutupi kegagalan koalisi Arab dalam meraih ambisi mereka di operasi ini.

Anwar Gargash, Menteri Penasehat Uni Emirat Arab dalam Urusan Luar Negeri

 

Faktor ketiga dihentikannya sementara operasi ini adalah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, mengingat kondisi yang muncul di operasi ini, berencana mengulur waktu untuk melanjutkan perang. Salah satu indikasi kekalahan Arab Saudi dan UEA di operasi ini adalah keluarnya Malaysia dari koalisi Arab di perang anti Yaman.

 

Mohamad Sabu, Menteri Pertahanan Malaysia Kamis lalu mengkonfirmasikan keluarnya Kuala Lumpur dari koalisi anti Yaman dan menyatakan militer negara ini akan ditarik dari Arab Saudi. Dalam hal ini, ada potensi juga keluarnya Sudan dari koalisi Arab pimpinan Saudi.

 

Korban jiwa dan kerugian materi koalisi Arab di operasi ini juga cukup tinggi. Oleh karena itu, Sharaf Ghalib Luqman menekankan bahwa UEA dengan mengklaim memberi kesempatan untuk perundingan politik sejatinya ingin menyembunyikan kekalahannya dan membutuhkan waktu lebih banyak untuk mempersenjatai pasukannya.

 

Poin terakhir adalah dampak operasi militer koalisi Arab ke al-Hudaydah memicu kondisi kemanusiaan di Yaman termasuk di kota al-Hudaydah semakin parah, karena pelabuhan al-Hudaydah merupakan jalur satu-satunya akses untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Yaman dan operasi ini membuat pengiriman bantuan tersebut dihentikan. (MF)