Imbas Kasus Khashoggi, Saudi akan Pindahkan Konsulatnya di Istanbul
-
Konsulat Arab Saudi di Istanbul
Kementerian luar negeri Turki mengkonfirmasi berita mengenai rencana pemindahan konsulat Arab Saudi di Istanbul setelah muncul kasus pembunuhan jurnalis oposan rezim Al Saud, jamal Khashoggi.
Kemenlu Turki dalam statemen yang disampaikan Selasa (13/11) menyatakan, para pejabat Arab Saudi secara resmi belum menyerahkan permohonannya, tapi memiliki rencana demikian.
Presiden Turki dalam salah satu artikelnya yang dimuat surat kabar Amerika Serikat, Washington Post dengan judul "Saudi Masih Harus Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Seputar Pembunuhan Khashoggi" menjelaskan sikap terbaru Turki terkait pembunuhan wartawan senior ini.
Kantor berita Anadolu, Turki (2/11/2018) melaporkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Ankara mengetahui dengan baik bahwa perintah pembunuhan Khashoggi dikeluarkan oleh pejabat tertinggi kerajaan Arab Saudi, akan tetapi dapat dipastikan jika perintah dikeluarkan oleh Raja Salman, tentu itu tidak bisa dipercaya.
Jamal Khashoggi dinyatakan hilang setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober 2018.
Setelah kejadian tersebut, media Turki memublikasikan foto 15 orang warga Arab Saudi yang memasuki gedung Konsulat negara ini di Istanbul sekitar satu jam sebelum Jamal Khashoggi datang, dan tiga jam setelahnya mereka keluar area diplomatik tersebut.
Jaksa penuntut umum Saudi pada Jumat (19/10/2018) malam, mengatakan penyelidikan awal membuktikan bahwa Khashoggi tewas karena bertikai di gedung konsulat pada 2 Oktober lalu.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini menilai kasus pembunuhan Khashoggi melanggar konvensi Wina yang ditetapkan tahun 1963.(PH)