Pasukan Bayaran Saudi Gagal Gelar Operasi di Asir
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72165-pasukan_bayaran_saudi_gagal_gelar_operasi_di_asir
Militer bersama pasukan relawan rakyat Yaman hari Selasa (23/07) berhasil menggagalkan operasi pasukan bayaran Arab Saudi yang menyerang pos-pos mereka di Provinsi Asir, selatan Arab Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 24, 2019 05:29 Asia/Jakarta
  • Pasukan Yaman gagalkan operasi tentara bayaran Saudi di Asir
    Pasukan Yaman gagalkan operasi tentara bayaran Saudi di Asir

Militer bersama pasukan relawan rakyat Yaman hari Selasa (23/07) berhasil menggagalkan operasi pasukan bayaran Arab Saudi yang menyerang pos-pos mereka di Provinsi Asir, selatan Arab Saudi.

Menurut laporan Tasnim News, selama bentrokan antara militer dan pasukan rakyat Yaman dengan pasukan bayaran Saudi, puluhan tentara agresor Saudi tewas dan terluka serta peralatan militer mereka berhasil dihancurkan.

Militer dan pasukan relawan rakyat Yaman hari Selasa dalam sebuah operasi berhasil merebut tiga pos pasukan bayaran Saudi di wilayah Majazah al-Gharbiyah di Provinsi Asir.

Selama operasi ini sejumlah pasukan bayaran Arab Saudi juga dilaporkan tewas dan terluka.

Menteri Pertahanan Yaman, Mayjen Mohammed Nasser al-Atifi baru-baru ini menekankan, pintu jahanam akan terbuka bagi para agresor.

Keunggulan militer Yaman di perbatasan selatan Arab Saudi sepenuhnya tanpak nyata.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. Selain itu, agresi ini juga membuat Yaman mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Namun demikian, Arab Saudi dan sekutunya sampai saat ini gagal meraih ambisinya di Yaman mengembalikan Mansur Hadi ke posisinya sebagai presiden, karena perlawanan sengit rakyat negara ini. (MF)