Ketika Marjaiyah Syiah Selalu Bersama Rakyat Irak
-
Aksi Protes dan Demo di Irak
Marjaiyah Syiah di Irak menegaskan kembali perlunya menindaklanjuti tuntutan rakyat negara ini.
Irak menyaksikan demonstrasi anti-pemerintah di beberapa daerah pada awal Oktober, aksi unjuk rasa yang menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 6.000 terluka. Tuntutan ekonomi dan sosial menyebabkan terbentuknya demonstrasi anti-pemerintah di Irak. Pemerintah Irak dan kelompok-kelompok politik juga mengakui hak rakyat untuk mengadakan demonstrasi. Selain mengakui hak rakyat untuk melakukan aksi demo damai, marjaiyah Syiah juga menuntut agar tuntutan para demonstran juga ditindaklanjuti pemerintah.
Sekarang, meskipun kondisi relatif tenang dan kekerasan jalanan menurun, marjaiyah Irak kembali menyerukan kepada pemerintah Irak untuk mengambil tindakan serius terhadap pelaku kekerasan terhadap para pengunjuk rasa, selain tuntutan rakyat tetap harus ditindaklanjuti.
Pendekatan marjaiyah ini menunjukkan bahwa marjaiyah Syiah Irak memiliki pandangan nasional dan merakyat tentang perkembangan di Irak dan bahwa tidak ada pandangan politik atau sektarian dalam pendekatan marjaiyah. Pada 2014, ketika sebagian besar provinsi Sunni Irak sedang menghadapi serangan kelompok teroris Daesh (ISIS), Ayatullah Sistani, Marji Besar Syiah Irak dalam sebuah fatwa bersejarah menyerukan untuk memobilisasi orang bangkit memerangi terorisme Daesh. Fatwa tersebut menjadi latar belakang bagi pembentukan al-Hashad al-Shaabi dan peran konstruktifnya dalam memerangi terorisme Daesh dan mempertahankan geografi dan integritas wilayah Irak.
Peran terpenting kedua yang dimainkan oleh marjaiyah Syiah Irak dalam beberapa tahun terakhir adalah pada 2018 dan pemilihan perdana menteri. Sementara beberapa tokoh Irak telah berlomba untuk menduduki jabatan perdana menteri setelah pemilihan Mei 2018, marjaiyah Irak telah mengumumkan bahwa mereka yang memegang jabatan perdana menteri tidak akan mencalonkan diri lagi untuk jabatan itu. Langkah ini demi mengurangi perselisihan politik di Irak untuk jabatan perdana menteri dan juga mempercepat proses pembentukan pemerintahan baru.
Terlepas dari peran dan fungsi positif marjaiyah Syiah di Irak, beberapa pengunjuk rasa baru-baru ini menargetkan marjaiyah di Irak. Bahkan, salah satu program yang direncanakan dan ditargetkan yang terjadi selama demonstrasi rakyat Irak adalah slogan melawan marjaiyah Syiah. Slogan melawan marjaiyah Syiah Irak adalah salah satu tanda penting yang mengungkapkan bahwa protes rakyat sedang dieksploitasi oleh kubu oposisi dan bahwa kekerasan jalanan diatur dari luar negeri. Karena di satu sisi marjaiyah Syiah selalu bersama rakyat Irak dan di sisi lain, marjaiyah Syiah memiliki kedudukan spiritual dan keagamaan yang menonjol di tengah mayoritas rakyat Irak.
Namun, sekarang setelah protes dan kekerasan di Irak mereda, marjaiyah Syiah Irak tidak lupa menindaklanjuti tuntutan rakyat dan sekali lagi dari mimbar shalat Jumat meminta pemerintah untuk membentuk komite pencari fakta untuk menangani kekerasan baru-baru ini dan memenuhi permintaan rakyat serta mengadili pelaku kekerasan terhadap rakyat.
Sekaitan dengan hal ini, Sheikh Abdul Mahdi al-Karbalai, Wakil Ayatullah Sistani di Irak dan Imam Jumat Karbala dalam khutbah Jumat di kota ini menyatakan, "Marjaiyah tidak ada hubungannya dengan pihak mana pun di pemerintahan atau pejabat pemerintah dan hanya mendukung kepentingan bangsa."
Pendekatan ini adalah garis pembatal dari setiap slogan yang ditargetkan dan direncanakan melawan marjaiyah Syiah di Irak.