Parlemen Irak Gelar Sidang Istimewa Bahas Tuntutan Demonstran
-
Protes di Irak
Ketua parlemen Irak, Mohamed al-Halbousi menyatakan, parlemen negara ini pukul 13:00 waktu setempat akan menggelar sidang istimewa membahas tuntutan demonstran dan menjalankan reformasi.
Menurut laporan IRIB, sekaitan dengan hal ini komandan polisi Bashra menekankan peran Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di pengobaran instabilitas terbaru di Irak.
Komandan polisi Bashra di Irak Ahad (27/10) menekankan, Israel, Arab Saudi dan UEA berusaha merusak ketenangan dan stabilitas di Irak.
Brigade Hizbullah Irak baru-baru ini menyatakan, pemerintah AS dan Israel terlibat di kerusuhan terbaru karena mereka tidak puas dengan kebijakan Baghdad.
Sejumlah provinsi di Irak selama beberapa pekan terakhir dilanda aksi demo warga memprotes kondisi buruk pelayanan publik, tidak adanya lapangan kerja dan maraknya korupsi, namun aksi protes ini dalam beberapa hari terakhir mengarah ke kekerasan dan menimbulkan puluhan korban tewas dan terluka.
Aksi demo di Irak terus berlanjut ketika pemerintah negara ini selama satu bulan terakhir memberikan empat paket usulan dengan tujuan menjamin tuntutan demonstran.
Berbagai bukti menunjukkan aksi demo di Irak bukan aksi sepontan dan pihak asing terlibat di dalamnya.
Dalam hal ini, sekitar 79 persen pesan twitter yang ada terkait demonstrasi di Irak berkaitan dengan akun warga Arab Saudi. (MF)