Dekati Cina, Irak Harus Bayar Biaya Kemarahan AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i75917-dekati_cina_irak_harus_bayar_biaya_kemarahan_as
Seorang anggota Parlemen Irak mengatakan, kunjungan Perdana Menteri Irak ke Cina telah membuat Amerika Serikat marah, dan PM Irak, pasca aksi demonstrasi, harus membayar biaya kemarahan Amerika atas lawatan tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 24, 2019 16:07 Asia/Jakarta
  • Adil Abdul Mahdi
    Adil Abdul Mahdi

Seorang anggota Parlemen Irak mengatakan, kunjungan Perdana Menteri Irak ke Cina telah membuat Amerika Serikat marah, dan PM Irak, pasca aksi demonstrasi, harus membayar biaya kemarahan Amerika atas lawatan tersebut.

Fars News (24/11/2019) melaporkan, Mahdi Taqi Al Amerli menilai kondisi hari ini di Irak adalah buah dari kemarahan Amerika atas PM Irak karena telah melakukan kunjungan ke Cina.

Dalam wawancara dengan situs berita Al Maloomah, Al Amerli menuturkan, Amerika dan beberapa negara lain memanfaatkan lemahnya kinerja pemerintah Baghdad, dan berusaha mencegah penandatanganan kontrak pembelian senjata canggih dan perjanjian investasi serta ekonomi Irak dan Cina.

Ia menambahkan, lawatan terbaru PM Irak, Adil Abdul Mahdi ke Cina, telah membuat Amerika marah, dan Abdul Mahdi sekarang harus membayar biaya kemarahan Amerika.

"Amerika kurang-lebih sedang menekan PM Irak agar membatalkan kontrak pembelian senjata dengan Cina dan Rusia, dan campur tangan Amerika terhadap Irak ini sudah melanggar garis merah," paparnya.

Sebelum pecah demonstrasi di Irak, Adil Abdul Mahdir melakukan kunjungan ke Cina, dan menandatangani sejumlah perjanjian. Sebagian pengamat menilai mendekatnya Irak ke timur dan menjauh dari Amerika menyebabkan Washington terus menekan Baghdad. (HS)