Alasan dan Dampak Teror Soleimani Menurut Sayid Hasan Nasrullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77301-alasan_dan_dampak_teror_soleimani_menurut_sayid_hasan_nasrullah
Sekjen Gerakan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah di acara khusus syahadahnya Komandan Pasukan Quds IRGC, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil komandan Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis bersama rombongan menjelaskan sebab dan dampak kejahatan Amerika. Sayid Hasan Nasrullah menyebutnya sebagai faktor terbentuknya sejarah baru Asia Barat.
(last modified 2026-04-21T09:03:56+00:00 )
Jan 07, 2020 00:35 Asia/Jakarta
  • Said Has an Nasrullah
    Said Has an Nasrullah

Sekjen Gerakan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah di acara khusus syahadahnya Komandan Pasukan Quds IRGC, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil komandan Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis bersama rombongan menjelaskan sebab dan dampak kejahatan Amerika. Sayid Hasan Nasrullah menyebutnya sebagai faktor terbentuknya sejarah baru Asia Barat.

Sayid Hasan Nasrullah terkait sebab teror dan pengakuan Amerika atas kejahatan ini mengisyaratkan sejumlah faktor penting, namun poros alasan terpenting adalah kegagalan. Alasan pertama adalah AS dan Israel sampai saat ini beberapa kali berusaha meneror Syahid Soleimani, namun gagal. Pengakuan resmi Amerika atas teror terhadap Letjen Soleimani ditujukan untuk menutupi kegagalan sebelumnya.

Qasem Soleimani bersama Rahbar

Faktor kedua dan kegagalan besar adalah kekalahan berulang dari poros muqawama di kawasan. AS kalah di Suriah, Yaman dan Afghanistan. Serta dalam transformasi beberapa bulan terakhir Lebanon dan Irak juga tidak mampu meraih tujuannya. Kegagalan beruntun ini sama halnya dengan kemenangan dan semakin kokohnya muqawama. Oleh karena itu, mereka mulai merencanakan teror terhadap Soleimani sehingga mampu mencegah kegagalannya di kawasan.

Kegagalan ketiga adalah kekalahan strategis terhadap Iran. Amerika selama dua tahun terakhir dan setela keluar secara sepihak dari JCPOA, melalui kebijakan reprsi maksimum, mengerahkan segenap upayanya untuk menumbangkan pemerintahan Islam Iran, namun AS bahkan tidak mampu meraih prestasi paling kecil sekalipun yakni mengubah perilaku Iran. Untuk mengkompensasi kegagalannya tersebut, AS beralih strategi dan meneror Letjen Soleimani dan itupun dilakukan secara terang-terangan sehingga menurut anggapannya dapat menunjukkan kemenangannya kepada Iran melalui propaganda ini.

Sayid Hasan Nasrullah juga menjelaskan dampak dari aksi teror ini.

Menurut perspektif Sayid Hasan Nasrulalh, dimulainya babak baru di Asia Barat merupakan dampak paling penting dari kejahatan Amerika ini. Di kondisi saat ini, AS termasuk pemain utama di transformasi Asia Barat dan faktor utama krisis yang ada di kawasan. Menurut pandakan Sayid Hasan Nasrullah, pengusiran Amerika dan terlepasnya Asia Barat dari kolonialisme dan pendudukan adalah qisas paling adil darah pemimpin syuhada muqawama serta karakteristik utama dari era baru Asia Barat.

Dampak lain dari kejahatan teroris negara Amerika adalah jika negara ini bersikeras melanjutkan kehadiran militernya di Asia Barat, kawasan ini tidak lagi menjadi tempat aman bagi pasukan Amerika. Sayid Hasan Nasrulalh mengatakan, " Ketika peti mati perwira dan tentara AS yang telah datang secara vertikal ke daerah itu kembali secara horizontal, Trump saat itu akan memahami apa yang telah ia lakukan."

Dampak penting lain yang diisyaratkan Sayid Hasan Nasrulalh adalah balasan keras kepada Amerika. Sekjen Hizbullah menyebut Letjen Soleimani sebagai tokoh milik muqawama dan menyatakan bahwa terlepas dari respon yang ditunjukkan Iran atas peristiwa ini, poros muqawama pasti akan membalas tegas kejahatan ini.

Dimensi statemen Sayid Hasan Nasrullah ini merupakan sambutan atas seruan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait pesan dukanya atas syahadahnya Qasem Soleimani ketika menyatakan, "Seluruh simpatisan muqawama pasti membalas darah Soleimani." (MF)