Perayaan Hari Lahir Imam Ali AS dan Peringatan Jenderal Soleimani di Moskow
-
Perayaan Kelahiran Imam Ali as dan Syahadah Qassem Soleimani di Moskow
Pars Today - Upacara untuk merayakan hari lahir Amirul Mukminin, Imam Ali as, penerus dan pengganti Nabi Muhammad Saw, di Moskow, ibu kota Rusia dihadiri oleh ulama dan pendakwah Syiah dan Sunni yang memuji kedudukan tinggi Pemimpin Umat Beriman.
Acara untuk merayakan hari lahir Amirul Mukminin, Imam Ali as diadakan pada Jumat (02/01/2026) malam di Pusat Islam Moskow. Umat Islam dari Iran, Rusia, Republik Azerbaijan, Irak, dan beberapa negara lain di kawasan itu menghadiri acara ini.
Demir Hazrat Sakhadov, seorang ulama Sunni Rusia mengucapkan selamat atas acara itu, menyinggung perjalanannya ke Najaf Ashraf dan mengatakan, “Umat Islam dari seluruh dunia dengan berbagai kebangsaan dan agama menghadiri makam suci Imam Ali as dan memberikan penghormatan kepadanya.”
Demir Hazrat Sakhadov, Kepala Hubungan Internasional Kantor Mufti Asia Rusia dalam pidatonya, merujuk pada peringatan hari syahidnya Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, menyatakan, “Jenderal Soleimani dikenal tidak hanya di Iran tetapi juga di Asia Barat karena pendiriannya yang teguh dalam membela bangsa-bangsa di kawasan ini. Ia selalu memerangi kelompok teroris dan membantu umat Muslim yang tertindas.”
Ia menambahkan, “Syahid Soleimani tidak memecah belah umat Muslim menjadi berbagai sekte dalam membantu mereka dan merupakan penolong bagi semua orang yang tertindas. Ia juga melakukan upaya besar untuk mewujudkan cita-cita pembebasan Palestina.”
Hujjatul Islam Wal Muslimin Mehdi Bakhtavar, Kepala Pusat Islam Moskow juga merujuk pada gelar Malik Asytar Era Saat Ini untuk Syahid Soleimani pada acara ini dan menganggapnya sebagai contoh terbaik dari kepribadian Malik Asytar Alamdar Ali as di era sekarang.
Ia menekankan, “Hajj Qassem Soleimani tidak hanya mengabdi kepada Republik Islam tetapi juga kepada Dunia Islam dan menghabiskan dekade terakhir hidupnya mendukung Front Perlawanan dan memerangi ISIS serta konspirasi Amerika, dan gugur sebagai syahid dalam perjuangan ini.”
Haji Nizami Baloglanov, Kepala Masyarakat Islam Ahlul Bait as di Moskow juga mengutuk tindakan AS dalam meneror Jenderal Soleimani dan mengatakan, “Syahid adalah berkah besar bagi hamba-hamba Allah yang sejati, yang tak terbayangkan bagi pengikut aliran materialistis.”(sl)