Jihad Islam: Kesepakatan Abad Tidak Bernilai !
-
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina menyebut keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan abad tidak bernilai, dan prakarsa tersebut tidak akan bisa menghalangi perjuangan bangsa Palestina.
Sheikh Nafiz Azzam hari Sabtu (25/1/2020) mengatakan bahwa prakarsa kesepakatan abad tidak akan bisa dijalankan, sebab akan berhadapan dengan perlawanan Palestina dan umat Islam.
"Gagasan menyerahkan nasib al-Quds kepada kelompok selain Muslim sekedar ilusi belaka," ujar Sheikh Azzam.
Jihad Islam dan gerakan perlawanan Palestina akan segera mengubah perimbangan kekuatan demi kepentingan Palestina.
Donald Trump akan bertemu dengan Benjamin Netanyahu dan pemimpin Partai Biru Putih, Benny Gantz pada hari Selasa di Gedung Putih.
Berdasarkan prakarsa Kesepakatan Abad, Quds Syarif akan diserahkan kepada rezim Zionis, dan pengungsi Palestina di negara lain tidak akan memiliki hak untuk kembali ke tanah airnya, dan Palestina hanya akan memiliki tanah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Pada 6 Desember 2017, Donald Trump mengumumkan pengakuan resmi AS terhadap Al-Quds sebagai ibu kota rezim Zionis Israel, dan memindahkan kedutaan negara ini dari Tel Aviv ke Al Quds. Pemerintah AS menjalankan keputusan ini pada hari Senin, 14 Mei 2018.
Rezim Zionis menduduki Al-Quds sejak 1967 hingga kini.(PH)