Sekjen Hizbullah: Saudi Menentang Gencatan Senjata di Kawasan
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Lebanon mengatakan, kemenangan-kemenangan yang diraih poros perlawanan Islam di kawasan akan terus berlanjut.
Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, Jumat (6/5) berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung perlawanan dan mengatakan, perlawanan untuk membela setiap negara dan bangsa akan terus berlanjut, begitu juga kemenangan-kemenangannya.
Sekjen Hizbullah juga mengapresiasi sikap terbaru Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam mendukung perlawanan dan menjelaskan, perlawanan dengan kekuatan penuh akan menggagalkan seluruh proyek dan konspirasi musuh.
Ia menerangkan, dukungan masyarakat adalah faktor terpenting kekuatan Hizbullah, dan karenanya, musuh berusaha merusak dukungan rakyat atas Hizbullah.
"Sekalipun tekanan-tekanan terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir atas Hizbullah, namun gerakan perlawanan hari ini berada dalam posisi terkuat dan terbaiknya," ujar Nasrullah.
Sekjen Hizbullah menegaskan, selama perlawanan atas rezim Zionis Israel di kawasan berlanjut, upaya-upaya untuk memukul Hizbullah juga tidak akan pernah berhenti.
Ia menambahkan, sejak tahun 2006 dan pasca berakhirnya perang 33 hari, konspirasi untuk menyerang Suriah, sebagai rantai penghubung perlawanan dimulai, pasalnya Suriah adalah pendukung perlawanan di Lebanon dan Palestina, dan kamp-kamp pelatihan gerakan perlawanan Palestina dan Lebanon ada di Suriah.
Menurut Nasrullah, tujuan asli serangan ke Suriah adalah memukul poros perlawanan dan menumbangkannya.
"Amerika Serikat dan sekutu-sekutu regionalnya, terutama Arab Saudi sedang berusaha menghancurkan pusat-pusat dukungan gerakan peralwanan," imbuhnya.
Sekjen Hizbullah juga mengecam keputusan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam, OKI yang memasukkan nama Hizbullah ke daftar organisasi teroris.
Ia menuturkan, Saudi telah berubah menjadi ujung tombak proyek-proyek anti-perlawanan di kawasan.
Saudi, katanya, ingin menggagalkan perundingan damai Suriah dan Yaman. Saudi menentang gencatan senjata di kawasan dan mendukung terus memanasnya peperangan.
Di bagian lain statemennya, Sekjen Hizbullah mengecam serangan militer Israel ke Jalur Gaza dan mengatakan, semua negara harus mengutuk serangan dan kejahatan Israel.
Terkait pemilihan presiden Lebanon, Nasrullah mengungkapkan, setiap pihak yang ingin menemukan kunci penyelesaian masalah pemilihan presiden di Lebanon, harus mencarinya di Saudi dan Lebanon. (HS)