Anggota Parlemen Irak Kritik Kunjungan Al-Kadhimi ke Washington
-
al-Kadhimi dan Trump di Washington
Sejumlah anggota parlemen Irak mengkritik pengabaian dan kelemahan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi terkait isu penarikan pasukan Amerika dari Irak.
Mustafa al-Kadhimi usai kunjungan terbarunya ke Amerika dan pertemuannya dengan Presiden Donald Trump menyatakan, Trump menekankan bahwa militer Amerika akan tetap ditempatkan di Irak hingga tiga tahun kedepan.
Menurut laporan laman al-Maalomah Ahad (23/8/2020) sejumlah anggota parlemen dan elit politik Irak saat merespon sikap ini menegaskan, perpanjangan kehadiran pasukan Amerika di Irak bukan termasuk wewenang perdana menteri dan parlemen akan mengambil sikap di kasus ini.
Abdul-Amir Najm, anggota Koalisi Fatah di parlemen Irak terkait hal ini mengatakan, keberadaan pasukan Amerika dan penandatanganan kesepakatan di sektor energi dengan Amerika tidak menguntungkan keamanan dan stabilitas Irak.
Karim Alawi, salah satu anggota parlemen Irak lainnya seraya menjelaskan bahwa Mustafa al-Kadhimi tidak komitmen dengan janjinya terhadap rakyat Irak mengungkapkan, apa yang terjadi di Amerika adalah pemerintah Irak ditempatkan di sebuah ujuian dan posisi sulit menjelang dimulainya sidang parlemen.
Parlemen Irak pada 5 Januari 2020 meratifikasi keputusan penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara ini. (MF)