Ensour: Yordania Belum Memutuskan Kirim Pasukan ke Suriah
Perdana Menteri Yordania mengumumkan, pemerintah negara ini hingga sekarang belum memutuskan untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.
Stasiun televisi Alalam (8/2) melaporkan, Abdullah Ensour, PM Yordania mengaku cemas dengan operasi anti-teror militer Suriah di Selatan wilayah Yordania.
Ia menuturkan, Yordania mengkhawatirkan dampak buruk operasi militer Suriah, terhadap kondisi keamanan dan militer wilayah-wilayah perbatasan Selatan Yordania.
Provinsi Daraa, Suriah menjadi ajang pertempuran antara militer Suriah dengan kelompok-kelompok teroris. Beberapa waktu lalu, militer Suriah berhasil merebut kota strategis Sheikh Maskin, wilayah Atman dan sejumlah wilayah lain.
PM Yordania menjelaskan, jika keputusan mengirim pasukan darat ke Suriah sudah diambil, pasti diumumkan, namun hingga sekarang keputusan semacam itu belum diambil dan jika sudah, tentunya tidak akan dirahasiakan.
Arab Saudi sebelumnya mengumumkan kesiapan untuk mengirim pasukan darat ke Suriah dan disambut baik oleh Ashton Carter, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Uni Emirat Arab, Ahad (7/2) sejalan dengan Saudi, juga menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.
Walid Al Moallem, Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan, segala bentuk serangan darat ke Suriah tanpa persetujuan Damaskus adalah pelanggaran dan akan dihadapi dengan seluruh kekuatan.
“Para penyerang akan kembali ke negara mereka dalam peti mati,” tegas Moallem. (IRIB Indonesia/HS)