Ansarullah: Saudi dan UEA Jadi Proksi Rezim Zionis di Yaman
-
Mohammad Abdul Salam
Juru Bicara Ansarullah Yaman, Mohammad Abdul Salam menyatakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menumpahkan darah di Yaman, tapi tidak pernah sekalipun berperang dengan rezim Zionis, bahkan bertindak sebagai proksi Tel Aviv.
"Selama rezim Saudi dan UEA berperang atas nama rezim Zionis di Yaman dengan menghabiskan jutaan dolar, pertumpahan akan terus berlanjut," ujar Abdul Salam hari Selasa (22/9/2020).
Televisi Al-Masirah melaporkan, Mohammad Abdul Salam menilai normalisasi hubungan yang dilakukan sejumlah negara Arab dengan rezim Zionis sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.
"Bangsa Palestina telah lama menjadi sasaran rezim yang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel," ujar jubir Ansarullah Yaman.
Menyikapi agresi koalisi Saudi terhadap negaranya yang terus berlanjut higga kini, Abdul Salam mengatakan, "AS bersama Arab Saudi dan UEA memilih opsi perang dan agresi militer karena mereka menyadari bahwa Yaman sedang bergerak menuju kemerdekaan,".
"Jika bukan karena revolusi 21 September, Amerika akan memasukkan Yaman di antara negara-negara yang akan mencoba menormalisasi hubungan dengan Zionis," tegasnya.
Tanggal 21 September 2014, rakyat Yaman melancarkan aksi perlawanan terhadap kediktatoran Ali Abdullah Saleh.(PH)