Program Strategis Militer Israel Terancam Gagal karena Kendala Anggaran
-
Ilustrasi tentara rezim Zionis.
Direktur Jenderal Kementerian Peperangan Israel, memperingatkan tentang penundaan pengesahan anggaran militer dan kesulitan yang dihadapi militer untuk melaksanakan rencana strategis.
Amir Eshel, seperti dilansir Haaretz, Selasa (17/11/2020) mengatakan jika anggaran tahun 2021 tidak disahkan sampai akhir tahun ini, maka militer dan badan pertahanan lainnya akan kesulitan untuk melaksanakan rencana strategis.
"Tanpa anggaran 2021, sistem pertahanan tidak akan mampu merencanakan proyek jangka panjang," ujarnya.
Eshel mencatat bahwa menyiapkan peralatan strategis yang dibutuhkan militer adalah sebuah proses yang memakan waktu lima hingga tujuh tahun.
"Angkatan udara rezim Zionis mengoperasikan pesawat yang berusia 40 atau 50 tahun. Tentara juga menerbangkan helikopter yang seharusnya dikeluarkan dari kedinasan," ungkapnya.
Menteri Peperangan Israel, Benny Gantz sebelum ini juga memperingatkan bahwa jika anggaran 2021 tetap tidak disahkan oleh kabinet Netanyahu, maka pelaksanaan pemilu dini tidak bisa dihindarkan.
Sebelum penyelenggaraan pemilu presiden AS, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan mempertahankan supremasi militer rezim Zonis di kawasan dan pembelian persenjataan baru dari AS. (RM)