Mengenal 17 Resolusi Majelis Umum PBB anti Israel di tahun 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i88645-mengenal_17_resolusi_majelis_umum_pbb_anti_israel_di_tahun_2020
Rezim Zionis Israel tiga kali lipat dari seluruh negara dunia mendapat kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tahun 2020. Majelis Umum PBB di tahun 2020 merilis 17 resolusi anti Israel.
(last modified 2026-02-20T14:57:18+00:00 )
Des 26, 2020 11:25 Asia/Jakarta

Rezim Zionis Israel tiga kali lipat dari seluruh negara dunia mendapat kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tahun 2020. Majelis Umum PBB di tahun 2020 merilis 17 resolusi anti Israel.

Koran Times of Israel mengutip sebuah lembaga sponsor Israel melaporkan bahwa PBB di tahun 2020 merilis 23 kecaman terhadap berbagai negara dunia dan 17 di antaranya berkaitan dengan Tel Aviv serta sisanya terhadap lima negara dunia lainnya.

Majelis Umum PBB

17 resolusi Majelis Umum PBB terhadap Israel karena kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan rezim ilegal ini terhadap tiga negara, Palestina, Suriah dan Lebanon. Kejahatan dan pelanggaran ini berkaitan dengan proyek pembangunan distrik Zionis, pendudukan wilayah, pengabaian hak penentuan nasib, pengungsi, pengubahan perbatasan dan isu ekonomi serta finansial.

Resolusi yang diratifikasi Majelis Umum PBB tidak mengikat, namun memiliki dua pesan penting. Pertama, mengindikasikan esensi kejahatan Israel dan kedua, menunjukkan kebalikan dari propaganda terkait hubungan luas Israel dengan berbagai negara, bahwa masyarakat interasional menentang rezim ini.

Sekaitan dengan ini Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan, peratifikasian resolusi ini menunjukkan sikap masyarakat internasional masih tetap mendukung hak bangsa Palestina dan pengungsi rakyat tertindas ini serta membuktikan perlawanan mereka atas aksi dan kejahatan Israel.

Isu lain adalah resolusi Majelis Umum PBB anti Israel diratifikasi di bawah bayang-bayang dukungan Amerika dan sejumlah negara Arab. Presiden AS Donald Trump pada 28 Januari 2020 meresmikan rencana Kesepakatan Abad. Rencana ini selain bentuk dukungan dan kebungkaman atas kejahatan Israel, juga mendukung aksi-aksi penjajahan rezim ini dalam bentuk pengakuan resmi Quds sebagai ibu kota Israel, mengakui kedaulatan rezim ilegal ini atas Dataran Tinggi Golan dan Tepi Barat.

Selain itu, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko, empat negara yang selama tiga bulan terakhir di tahun 2020 menerapkan hubungan resmi dengan Israel. Arab Saudi yang mengklaim sebagai pemimpin Arab juga mendukung proses normalisasi hubungan dengan Tel Aviv. Normalisasi hubungan cenderung menunjukkan bahwa negara-negara Arab memilih berada di samping Israel dan tidak memiliki sensitifitas atas kejahatan rezim ilegal ini terhadap negara-negara Arab khususnya Palestina. Oleh karena itu, kejahatan Israel terhadap Palestina, Suriah dan Lebanon di tahun 2020 semakin meningkat.

Normalisasi Hubungan Israel-UEA

Isu lainnya adalah Majelis Umum PBB ketika merilis 17 resolusi anti Israel di tahun 2020, Dewan Keamanan PBB bahkan tidak merilis satu pun resolusi anti Tel Aviv. Hal ini juga memiliki beberapa poin penting untuk diperhatikan.

Pertama, Majelis Umum PBB lebih minim terlilit konflik politik ketimbang Dewan Keamanan. Kedua, di Majelis Umum PBB karena tidak ada hak veto, terbuka peluang untuk merilis resolusi anti Israel dan ketiga, Dewan Keamanan PBB berada di bawah cengkeraman Amerika Serikat dan kebijakan negara ini menghalangi pilar utama PBB ini menjalankan tugas semestinya yakni, menjaga dan memperluas perdamaian serta keamanan di dunia.(MF)