Mufti Libya: Bebaskan Palestina, Wajib bagi Seluruh Muslim
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185628-mufti_libya_bebaskan_palestina_wajib_bagi_seluruh_muslim
ParsToday – Syeikh Shadiq Al-Gharyani, Mufti Libya, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pembebasan Palestina dan bantuan kepada penduduknya merupakan kewajiban agama bagi seluruh umat Islam.
(last modified 2026-02-20T18:11:52+00:00 )
Feb 18, 2026 11:31 Asia/Jakarta
  • Syeikh Shadiq Al-Gharyani, Mufti Libya
    Syeikh Shadiq Al-Gharyani, Mufti Libya

ParsToday – Syeikh Shadiq Al-Gharyani, Mufti Libya, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pembebasan Palestina dan bantuan kepada penduduknya merupakan kewajiban agama bagi seluruh umat Islam.

Melaporkan dari jaringan Al-Masirah, IRNA pada Rabu, 18 Februari 2026, Al-Gharyani menyatakan, "Merebut kembali Quds dan membebaskan tanah Palestina dari pendudukan Zionis adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam. Kewajiban ini tidak gugur kecuali dengan menunaikannya."

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab syariat dan historis ini mewajibkan seluruh umat Islam, baik penguasa maupun rakyat, untuk mengambil tindakan segera dan efektif guna membela para pejuang Baitul Maqdis dan seluruh Wilayah Pendudukan.

Al-Gharyani mengatakan genosida dan kelaparan yang ditargetkan terhadap bangsa Palestina menuntut adanya aksi bersama untuk membantu mereka. Aksi ini harus melampaui sekadar kecaman verbal dan pernyataan jijik.

Dengan menyatakan bahwa kelengahan dalam membela kaum tertindas di fase kritis dan sulit ini merupakan pengabaian dalam menunaikan kewajiban agama, ia menegaskan bahwa pemberian dukungan material dan spiritual penuh serta perlengkapan untuk memperkuat ketahanan perlawanan dan bangsa Palestina adalah suatu keharusan.

Mufti Libya lebih lanjut menekankan perlunya mengaktifkan senjata boikot menyeluruh terhadap semua negara dan perusahaan yang mendukung rezim Zionis. Ia menyebutnya sebagai jihad ekonomi yang wajib bagi setiap muslim.

Al-Gharyani menambahkan bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat Islam. Kemenangan bergantung pada komitmen terhadap hak-hak dan tidak mengabaikan sejengkal pun tanah Palestina.

Di akhir, ia memuji perlawanan legendaris penduduk Jalur Gaza yang membela martabat dan kehormatan seluruh umat Islam serta berdiri teguh menghadapi mesin pembunuhan dan kehancuran.(sl)