Pasukan AS Ditarik, Tentara NATO Ditambah di Irak
-
pasukan NATO di Irak
Seorang analis politik Irak mengatakan, pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO berada di bawah pimpinan Amerika Serikat, dan kehadiran mereka di Irak berarti berlanjutnya kehadiran Amerika.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini mengatakan akan menambah pasukan NATO di Irak dari 500 menjadi 4.000 personel.
Seperti dikutip situs Al Malooma, Jumat (19/2/2021), analis politik Irak, Abbas Al Ardawi menuturkan, setelah kelompok perlawanan Irak berhasil mempersempit ruang gerak Amerika di negara ini, dan Parlemen mengesahkan undang-undang pengusiran pasukan asing, Washington memutuskan untuk bertahan di Irak lewat cara lain.
Ia menambahkan, Parlemen Irak dituntut tidak diam menyaksikan penambahan pasukan NATO, dan mereka harus menekan pemerintah Baghdad. (HS)