Putaran Ketiga Perundingan dengan Irak, AS Jadi Tarik Pasukan ?
-
PM Irak Mustafa Al Kadhimi
Putaran baru perundingan strategis Irak dan Amerika Serikat, akan digelar secara virtual pada hari Rabu (7/4/2021).
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengumumkan, putaran baru perundingan strategis dengan Irak akan digelar pada 7 April 2021 melalui konferensi video. Tema yang akan dibahas dalam putaran baru perundingan Irak-AS, di antaranya adalah masalah keamanan, perang melawan terorisme, energi, dan politik.
Hingga kini sudah dilakukan dua putaran perundingan antara pemerintah AS dan Irak. Putaran pertama perundingan dilaksanakan pada Juni 2020, dan putaran kedua dilakukan bersamaan dengan lawatan Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi ke AS pada September 2020.
Sesudah putaran kedua perundingan, mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menarik sebagian pasukan negara itu dari Irak dalam waktu tiga tahun. Namun hal ini mendapat penentangan keras dari sebagian faksi politik Irak, pasalnya mereka menuntut pelaksanaan keputusan Parlemen Irak untuk menarik seluruh pasukan AS secepat mungkin.
Parlemen Irak pada 5 Januari 2020, tepatnya dua hari setelah teror terhadap Komandan Pasukan Quds, IRGC, Letjen Qassem Soleimani, dan Wakil Komandan Hashd Al Shaabi Irak, Abu Mahdi Al Muhandis di Baghdad oleh pemerintah AS, mengesahkan undang-undang penarikan mundur pasukan AS dari Irak.
Sekarang menjelang digelarnya putaran ketiga perundingan AS-Irak, dari satu sisi sejak setahun terakhir belum ada perubahan apa pun dalam proses penarikan pasukan AS dari Irak, dan di sisi lain pemerintah AS meyakini bahwa pihaknya sudah mengeluarkan dana besar di Irak, dan penarikan pasukan AS dari negara itu tidak sesuai dengan kepentingan Washington.
Oleh karena itu meskipun perundingan Irak-AS pada awalnya digelar untuk membahas penarikan pasukan AS dari Irak, namun sepertinya putaran perundingan ketiga akan lebih menitikberatkan pada tema-tema selain penarikan pasukan AS.
Kati Al Rikabi anggota Aliansi Negara Hukum di Parlemen Irak mengatakan, putaran ketiga perundingan strategis Irak dan AS akan menyempurnakan dua putaran sebelumnya. Al Rikabi menjelaskan, putaran perundingan ketiga tidak hanya memusatkan perhatian pada penarikan pasukan AS dari Irak, tapi sebagaimana dua putaran sebelumnya, hubungan dua negara di bidang keamanan, ekonomi, pendidikan, pertanian, listrik dan minyak, juga menjadi tema pembahasan.
Muhammad Barzani, salah satu politisi wilayah Kurdistan Irak menegaskan bahwa AS gagal mencapai tujuannya di Irak dan kawasan Asia Barat. Menurutnya, Washington melihat sisa pasukannya di Irak dari jendela perundingan strategis, meski kehadiran militer jangka panjang di Irak tidak tercapai, AS bisa mewujudkan tujuan ini dalam kedok perusahaan-perusahaan besar yang di kemudian hari akan membuat Irak kesulitan.
Sepertinya PM Irak Mustafa Al Kadhimi dari satu sisi berusaha menurunkan tekanan kelompok-kelompok dalam negeri untuk mengusir pasukan AS dari Irak dengan menggelar perundingan, di sisi lain dengan mengelola isu penarikan pasukan AS, ia berusaha menarik dukungan Washington untuk mempertahankan posisinya sebagai PM Irak.
Rencananya pemilu parlemen Irak akan digelar bulan November 2021 mendatang, dan Mustafa Al Kadhimi berusaha melanggengkan kekuasaannya di Irak. (HS)