Sejauh Mana Komitmen Taliban terhadap Dialog Internal Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i101796-sejauh_mana_komitmen_taliban_terhadap_dialog_internal_afghanistan
Juru bicara Taliban, Mohammad Naeem Wardak seraya menekankan pentingnya menjalankan keputusan yang diraih di perundingan Doha antara pihak-pihak yang berkonflik di Afghanistan mengatakan, "Sejak awal kami menyaksikan bahwa solusi terbaik diraih melalui negosiasi."
(last modified 2026-02-10T14:34:11+00:00 )
Jul 25, 2021 17:54 Asia/Jakarta
  • Delegasi Taliban di perundingan damai (dok)
    Delegasi Taliban di perundingan damai (dok)

Juru bicara Taliban, Mohammad Naeem Wardak seraya menekankan pentingnya menjalankan keputusan yang diraih di perundingan Doha antara pihak-pihak yang berkonflik di Afghanistan mengatakan, "Sejak awal kami menyaksikan bahwa solusi terbaik diraih melalui negosiasi."

Jubir Taliban ini terkait peningkatan wilayah yang dikuasai milisi ini mengatakan, wilayah tersebut bergabung dengan Taliban secara sukarela.

Bersamaan dengan keluarnya pasukan Amerika dari Afghanistan dan kebuntuan perundingan damai, Taliban meningkatkan konfrontasi untuk merebut lebih banyak wilayah Afghanistan.

Statemen jubir Taliban terkait bahwa negosiasi solusi tunggal untuk krisis Afghanistan dapat dicermati sebagai harapan atas tekad serius milisi ini menindaklanjuti proses politik demi mengakhiri tantangan di negara ini.

Dimulainya perundingan antara pemerintah Kabul dan Taliban selama beberapa hari lalu di Doha, Qatar, di tengah puncak aksi Taliban di berbagai negara bagian Afghanistan telah menciptakan harapan di antara rakyat negara ini bahwa milisi ini akan mengambil langkah kuat untuk mengakhiri perang dan menerapkan perdamaian.

Taliban

Ketika jubir Taliban berbicara mengenai pendekatan milisi ini soal prinsip dialog sebagai solusi pasti menyelesaikan tantangan di Afghanistan, maka milisi ini diharapkan secara praktis menunjukkan komitmen terhadap sikapnya tersebut.

Bersamaan dengan berlanjutnya serangan luas Taliban ke berbagai negara bagian Afghanistan seiring dengan dimulainya perundingan damai dengan pemerintah Kabul di Qatar, ada kekhawatiran yang terus meningkat di antara rakyat negara ini terkait komitmen Taliban terhadap kebijakan yang diumumkan sebelumnya.

Taliban diharapkan dapat mengurangi kekerasan di Afghanistan dan meningkatkan kemajuan dalam proses negosiasi dengan menekankan prinsip dialog dengan kelompok Afghanistan untuk mengakhiri tantangan saat ini di Afghanistan.

Saat ini, kemajuan Taliban di berbagai negara bagian Afghanistan untuk menguasai lebih banyak wilayah di negara ini ternyata lebih maju dari proses perundingan damai.

Taliban harus mengubah pendekatan saat ini berdasarkan apa yang ditekankan oleh juru bicara kelompok itu tentang perlunya memperhatikan prinsip dialog dengan berbagai kelompok Afghanistan untuk memecahkan masalah Afghanistan, dan alih-alih terus mencaplok berbagai provinsi, milisi ini harus mengagendakan kinerja memajukan negosiasi dengan pemerintah.

Khususnya salah satu jubir lain Taliban, Suhail Shaheen juga menyatakan bahwa milisi ini tidak berencana menyerang Kabul dan merebut kekuasaan di Afghanistan.

Menyatukan pernyataan Mohammad Talib Naeem dan Suheil Shaheen, dua jubir Taliban, diraih interpretasi bahwa milisi ini cenderung memilih proses politik ketimbang militer.

Tapi harus diperhatikan bahwa sekedar statemen dan sikap petinggi Taliban terkait negosiasi damai tidak dapat meyakinkan rakyat dan pemerintah Afghanistan dan juga tidak membuat mereka percaya sepenuhnya.

Jika milisi Taliban serius ingin terlibat secara efektif di proses perundingan damai dan menghentikan kekerasan, seperti yang dikatakan Suhail Shaheen, maka milisi ini harus berusaha terlibat dalam pembentukan sebuah pemerintah efektif di Afghanistan yang disetujui oleh seluruh faksi di negara ini. (MF)