Guterres Khawatir Eskalasi Konflik Afganistan-Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i186138-guterres_khawatir_eskalasi_konflik_afganistan_pakistan
Pars Today – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas meningkatnya konflik di sepanjang perbatasan Durand antara Afganistan dan Pakistan. Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, 27 Februari 2026, Guterres mengikuti dengan cemas laporan pertempuran lintas batas antara pasukan keamanan kedua negara dan menyerukan perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Feb 27, 2026 10:25 Asia/Jakarta
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

Pars Today – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas meningkatnya konflik di sepanjang perbatasan Durand antara Afganistan dan Pakistan. Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, 27 Februari 2026, Guterres mengikuti dengan cemas laporan pertempuran lintas batas antara pasukan keamanan kedua negara dan menyerukan perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional.

Menurut laporan IRNA hari Jumat (27/02/2026) dini hari mengutip Anadolu, Pakistan dan Afganistan terlibat dalam baku tembak berat sejak Kamis malam. Ini adalah konflik terbaru dalam eskalasi yang dimulai setelah serangan udara Pakistan ke wilayah Afganistan pekan lalu. Islamabad mengklaim menargetkan kamp-kamp teroris Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan menewaskan puluhan militan. Kabul membantah dan menyatakan korban justru warga sipil, termasuk anak-anak.

Kementerian Pertahanan Afganistan mengumumkan melancarkan operasi balasan besar-besaran. Juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengklaim pasukan Afganistan merebut 15 pos militer Pakistan dan menewaskan puluhan tentara lawan.

Pakistan membantah klaim tersebut. Kementerian Penerangan Pakistan menyatakan respons cepat dan efektif telah dilancarkan terhadap "tembakan tanpa provokasi" dari Afganistan. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif dalam pernyataan tegas di X menyatakan: "Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian."

Sebelumnya, serangan udara Pakistan pada 22 Februari 2026 menewaskan puluhan orang. Pemerintah Afganistan mengklaim korban adalah warga sipil. Sumber keamanan Pakistan membantah dan menyebut yang tewas adalah militan.

Sumber Pakistan melaporkan satu warga sipil tewas dan lima terluka akibat tembakan artileri di distrik Bajaur, Pakistan barat laut. Seorang pejabat kesehatan di rumah sakit setempat mengonfirmasi insiden tersebut.

Hubungan kedua negara memburuk setelah kesepakatan gencatan senjata rapuh pada Oktober 2025 gagal meredam ketegangan. Islamabad menuduh Kabul melindungi militan TTP yang melancarkan serangan di Pakistan. Kabul membantah dan menuduh Pakistan melanggar kedaulatannya.(sl)