Saat Taliban Mengaku Siap Berantas Daesh tanpa Amerika Serikat
https://parstoday.ir/id/news/world-i106622-saat_taliban_mengaku_siap_berantas_daesh_tanpa_amerika_serikat
Taliban mengumumkan memiliki kemampuan untuk melawan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) secara independen dan tidak akan bekerja sama dengan Amerika di bidang ini.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Okt 11, 2021 13:10 Asia/Jakarta
  • Daesh di Afghanistan
    Daesh di Afghanistan

Taliban mengumumkan memiliki kemampuan untuk melawan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) secara independen dan tidak akan bekerja sama dengan Amerika di bidang ini.

Wakil Taliban di PBB, Suhail Shaheen saat diwawanarai Associated Press (AP) mengatakan, Taliban secara independen akan memerangi kubu radikal termasuk Daesh di Afghanistan dan tidak berencana bekerja sama dengan Amerika Serikat di bidang ini.

Ia menegaskan Taliban memiliki kemampuan secara independen untuk melawan dan memusnahkan Daesh di Afghanistan.

Sementara itu, Daesh setelah Taliban menguasai Kabul telah melancarkan sejumlah aksi teror termasuk insiden teror di masjid Syiah di Kunduz yang menggugurkan dan menciderai 300 orang.

Penekanan Suhail Shaheen, salah satu anggota senior Taliban terkait penolakan milisi ini untuk bekerja sama dengan Amerika dalam memerangi Daesh di Afghanistan mengindikasikan bahwa Taliban enggan memiliki kerja sama kolektif dengan Gedung Putih terkait upaya melawan instabilitas dan kekerasan di negara ini.

Ledakan Bom Teror di Masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan

Sejak berkuasanya Taliban di Kabul pada 15 Agustus 2021 lalu hingga kini, kelompok teroris Daesh melancarkan sejumlah aksi teror di berbagai wilayah Afghanistan dan membuat pemerintah Taliban di negara ini menghadapi kesulitan.

Meski Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid tidak menganggap Daesh sebagai ancaman serius bagi milisi ini dan Afghanistan, namun serangan teror terbaru Daesh ke sebuah masjid Syiah dan jemaah shalat Jumat di kota Kunduz yang menewaskan dan menciderai ratusan orang, telah menguak fakta ini bahwa Daesh masih tetap menjadi ancaman serius bagi Afghanistan dan khususnya komunitas Syiah, di mana tujuan kelompok teroris ini adalah menciptakan instabilitas dan memunculkan friksi antar-mazhab.

Daesh yang mempelopori pembentukan pemerintah Islam Syam dan Irak, selama beberapa tahun terakhir memperluas pengaruhnya dan menyebarkan aktivitasnya ke berbagai negara lain termasuk Afghanistan dan Pakistan. Daesh juga aktif di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina, serta berubah menjadi kelompok teroris utama di wilayah ini.

Saat ini ketika pemerintah Taliban berjanji menjamin keamanan bagi seluruh etnis dan lapisan masyarakat Afghanistan, berlanjutnya aktivitas mematikan Daesh di negara ini telah menciptakan kendala besar bagi Taliban untuk menerapkan keamanan dan hal ini dapat melemahkan posisi milisi ini di mata rakyat Afghanistan.

Oleh karena itu, selama beberapa hari terakhir petinggi senior Taliban menginformasi dimulainya operasi melawan Daesh di seluruh wilayah Afghanistan.

Sebelum Taliban berkuasa di Afghanistan, kelompok tersebut melihat Daesh sebagai kelompok teroris yang merusak posisi pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Mohammad Ashraf Ghani, tetapi dengan penggulingan pemerintahan Ashraf Ghani dan pengambilalihan Kabul oleh Taliban, asumsi itu menghilang dan menghadapi Daesh telah menjadi tanggung jawab Taliban dalam pemerintahan.

Taliban telah menolak untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam perang melawan Daesh di Afghanistan, dan Taliban saat ini berusaha membujuk Gedung Putih untuk mengakui pemerintahannya. Sepertinya mengalami kontradiksi besar untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat setelah perang 20 tahun di Afganistan.

Kerja sama Taliban dengan Gedung Putih sebuah kendala indentitas dan wacana bagi milisi ini, dan penolakan kerja sama dapat menjadi unsur negatif bagi pengakuan resmi pemerintahan Taliban di Afghanistan. (MF)