Dubes Iran di Vatikan: Pemikiran Imam Baqir (as) Menginspirasi Dunia Modern
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190354-dubes_iran_di_vatikan_pemikiran_imam_baqir_(as)_menginspirasi_dunia_modern
Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Vatikan, dalam sebuah catatan pada kesempatan peringatan syahidnya Imam Muhammad al-Baqir (as), salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw, menggambarkan beliau sebagai arsitek gerakan pemikiran untuk membangun kembali otoritas keilmuan Islam di era krisis politik, epistemologis, dan identitas.
(last modified 2026-05-24T10:22:56+00:00 )
May 24, 2026 17:19 Asia/Jakarta
  • Mohammad Hossein Mokhtari, dubes Iran di Vatikan
    Mohammad Hossein Mokhtari, dubes Iran di Vatikan

Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Vatikan, dalam sebuah catatan pada kesempatan peringatan syahidnya Imam Muhammad al-Baqir (as), salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw, menggambarkan beliau sebagai arsitek gerakan pemikiran untuk membangun kembali otoritas keilmuan Islam di era krisis politik, epistemologis, dan identitas.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Mohammad Hossein Mokhtari, Duta Besar Iran untuk Vatikan, dalam catatan ini menulis: "Syahidnya Imam Muhammad al-Baqir (as) bukan hanya sekadar mengingatkan kita pada kehilangan salah satu imam Syiah, tetapi juga merupakan kesempatan untuk merenungkan kembali salah satu periode terpenting dalam sejarah pemikiran Islam; periode di mana dunia Islam menghadapi krisis politik, epistemologis, dan identitas yang luas, dan Imam Muhammad al-Baqir (as), di tengah kekacauan ini, meletakkan fondasi proyek besar untuk membangun kembali otoritas keilmuan dan epistemologis Islam."

 

Mohammad Hossein Mokhtari menambahkan: "Imam Muhammad al-Baqir (as) sebenarnya adalah arsitek dari sebuah gerakan pemikiran yang mampu, dalam salah satu periode paling kritis peradaban Islam, membangun kembali fondasi pemahaman agama, mencegah penyimpangan epistemologis, dan pola pikir beliau tetap menginspirasi bagi dunia kontemporer."

 

Duta Besar Iran untuk Vatikan mencatat: "Imam Muhammad al-Baqir (as) dalam situasi di mana masyarakat Islam dihadapkan pada kekacauan politik dan epistemologis, mencari solusi dalam penguatan rasionalitas agama, pendidikan para elit, dialog ilmiah, kembalinya secara metodologis kepada Al-Qur'an, dan pembentukan kelembagaan epistemologis. Pola ini hingga kini tetap menginspirasi bagi dunia Islam dan bahkan masyarakat manusia; terutama di zaman di mana krisis identitas, ekstremisme, kedangkalan agama, dan ketidakpercayaan epistemologis telah menjadi tantangan serius. Dari perspektif ini, Imam Muhammad al-Baqir (as) tidak hanya merupakan tokoh historis, tetapi juga pola hidup yang hidup untuk membangun kembali otoritas keilmuan dan moral di dunia kontemporer." (MF)