Diplomat Rusia Optimis dengan Perundingan JCPOA
-
Mikhail Ulyanov.
Perwakilan Rusia dalam perundingan nuklir Wina, mengatakan tekad tim baru Iran dalam negosiasi, tinggi dan mereka sangat cepat menyesuaikan diri dengan situasi.
Mikhail Ulyanov dalam wawancara eksklusif dengan Pars Today berbahasa Rusia, Rabu (15/12/2021), menuturkan posisi negara-negara Eropa dalam perundingan adalah mengejutkan, mereka seolah-olah untuk pertama kalinya duduk di meja perundingan dan kadang mengambil posisi yang tidak rasional.
Namun, menurut diplomat Rusia ini, proses perundingan berjalan normal dan kemungkinan besar akan membawa hasil positif.
"Tim Iran telah mengumumkan tuntutannya, termasuk mengajukan proposal secara tertulis. Menurut Rusia, ini adalah langkah maju, karena selama enam putaran negosiasi sebelumnya, tidak ada kesepakatan tertulis yang dicapai," jelas Ulyanov.
Menurut Ulyanov, penting bagi Rusia dan semua negosiator agar perundingan tidak keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA 2015, karena kami menentang JCPOA Plus dan di sini kami hanya berbicara tentang kembali ke kesepakatan JCPOA yang dulu.
Dia menambahkan, proses perundingan berjalan secara intensif. Dari pagi hingga sore, para pihak mengadakan pertemuan bilateral, trilateral, dan multilateral, serta formal dan informal.
"Satu-satunya pihak yang tidak berpartisipasi dalam pertemuan adalah Amerika Serikat dan alasannya cukup jelas. Iran percaya bahwa AS membuat kesalahan dan sejak mereka meninggalkan JCPOA, maka tidak ada kontak langsung dan konsultasi dengan tim AS," ujar pejabat Rusia ini.
Menjawab pertanyaan tentang jaminan bahwa AS tidak akan keluar kembali dari kesepakatan, Ulyanov menandaskan ada hambatan serius dalam masalah ini dan ini berada di luar tekad kita.
"Solusi terbaik adalah kesepakatan akhir disahkan di parlemen negara-negara peserta, tetapi dalam kasus AS, ini tidak akan mudah, karena tidak ada keseimbangan suara yang cukup di Kongres atau Senat untuk mengonfirmasi atau mensahkan kesepakatan seperti itu," pungkasnya. (RM)