Politisi Turki: Menjadi Pembantu Barat Tidak Akan Menghapus Penderitaan
-
Turki
Ketua Partai Islam Saadet Turki mengkritik para penentang hubungan Iran dan Turki seraya menyatakan, "[Kita] tidak akan terbebas penderitaan dengan menjadi pembantu Barat."
Mustafa Kamalak, Ketua Partai Saadet Turki, pada acara berbuka puasa bersama oleh partai ini di kota Trabzon di utara negara itu, mengkritik politik luar negeri Turki dan mengatakan, "Turki tidak berhasil dalam menciptakan hubungan baik dengan negara-negara jirannya."
Menyinggung berlanjutnya pembantaian dan instabilitas di negara-negara Islam dan kawasan, Kamalak mengatakan, "Mereka yang mengemukakan nol masalah dengan negara-negara tetangga, harus menyaksikan bahwa kita memiliki banyak masalah dengan negara-negara tetangga."
Kamalak menilai bahwa satu-satunya cara pembebasan dunia Islam dari krisis saat ini adalah kembali ke identitas dan cara berpikir islami. DItambahkannya, "Sebagian pihak mencari-cari alasan, dan para penentang perluasan hubungan Turki dengan Iran mengatakan, Iran adalah Syiah."(MZ)