Kekhawatiran atas Meningkatnya Kekerasan Senjata Menimpa Kanada
(last modified Wed, 01 Jun 2022 02:57:24 GMT )
Jun 01, 2022 09:57 Asia/Jakarta

Ketika kekerasan senjata di AS meningkat, kekhawatiran itu juga berkembang di negara tetangga AS. Pemerintah Kanada telah memperkenalkan undang-undang yang akan menghentikan penjualan senjata dan menjual mainan yang mirip dengan senjata api.

RUU tersebut dimaksudkan agar dilaksanakan dengan tujuan menghentikan aksi jual beli senjata api sebagai bagian dari rencana pengendalian kepemilikan senjata, serta melarang penjualan beberapa mainan yang menyerupai senjata.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan langkah-langkah baru itu diperlukan karena kekerasan senjata meningkat.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

RUU baru itu diperkenalkan oleh pemerintah Kanada setelah beberapa sekolah di Kanada dikarantina dan ditutup beberapa hari lalu setelah diancam akan ditembak.

Pemerintah Kanada memperketat persyaratan hukum untuk pembelian senjata secara legal beberapa minggu lalu. Di bawah aturan baru, semua perusahaan, antara lain, harus mendaftarkan inventaris dan penjualan senjata api.

Maraknya kekerasan di negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, telah menempatkan banyak warganya, terutama anak-anak dan para siswa sekolah, dalam bahaya, dan ini mengkhawatirkan tetangga AS, terutama Kanada.

Menurut jajak pendapat publik yang dilakukan oleh Departemen Keamanan Publik Kanada, 47% orang Kanada percaya bahwa kekerasan senjata merupakan ancaman bagi komunitas mereka.

Begitu juga dengan jajak pendapat tahun 2021 yang dilakukan oleh Leger and Association for Canadian Studies menemukan bahwa sekitar 66 persen orang Kanada menentang undang-undang senjata, 10 persen setuju dengan undang-undang yang lebih fleksibel, dan 19 persen mendukung undang-undang senjata.

"Kita hanya perlu melihat perbatasan selatan kita untuk menyadari bahwa jika kita tidak bertindak tegas dan cepat, keadaan akan semakin buruk, dan akan semakin sulit untuk ditangani," kata Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada.

Tindakan Kanada itu terjadi saat 21 orang tewas dan terluka dalam penembakan di sebuah sekolah di Texas pekan lalu, 19 di antaranya adalah anak-anak dan siswa serta dua guru.

Ketika kekerasan senjata di AS meningkat, kekhawatiran itu juga berkembang di negara tetangga AS. Pemerintah Kanada telah memperkenalkan undang-undang yang akan menghentikan penjualan senjata dan menjual mainan yang mirip dengan senjata api.

Insiden tersebut merupakan penembakan yang keberapa kalinya di sekolah-sekolah AS dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan ribuan orang Amerika memprotes di depan konvensi Asosiasi Nasional Senjata sebagai protes atas situasi saat ini.

Para pengunjuk rasa yang memrotes aturan membawa senjata tanpa alasan di Amerika Serikat meneriakkan slogan-slogan menentang lobi-lobi senjata di Amerika Serikat dan menyerukan kontrol senjata di negara ini.

"Lebih mudah membeli senjata di Amerika Serikat daripada membeli hewan peliharaan," kata Senator Demokrat Chris Moffy.

Menurut para peneliti di Boston College School of Human Development (Lynch School), membawa pistol di antara orang Amerika berusia 12 hingga 18 tahun meningkat 41 persen dari 2002 hingga 2019. Sebuah isu yang telah menimbulkan kekhawatiran bahkan di kalangan pejabat AS.

Sekalipun demikian, Amerika praktis tidak mau mengubah undang-undang senjata atau mengambil tindakan untuk memeranginya.

Sebagaimana Pengadilan Federal AS memutuskan bahwa undang-undang California yang melarang akses ke senjata semi-otomatis untuk orang di bawah usia 21 tahun adalah inkonstitusional dan memutuskan bahwa semua orang dewasa di negara bagian tersebut harus memiliki akses ke senjata semi-otomatis.

Kekerasan bersenjata di AS

Sekarang, dengan eskalasi kekerasan yang disebabkan oleh membawa dan menggunakan senjata api di Amerika Serikat, perhatian publik di negara-negara tetangga lainnya meningkat, dan mereka mencoba untuk memberlakukan undang-undang pencegahan dalam hal ini.

Namun, mengingat budaya yang berlaku dan meningkatnya ketidakpuasan sosial dan budaya, langkah-langkah tersebut tampaknya tidak akan efektif.(sl)

Tags