Keluar dari Rusia, Kerugian Renault Lampaui Dua Miliar Euro
Perusahaan otomotif Prancis, Renault mengumumkan bahwa mereka telah menderita kerugian lebih dari dua miliar euro setelah meninggalkan Rusia.
Korporasi Renault dalam laporan keuangan barunya hari Jumat (29/7/2022) mengumumkan bahwa dampak kerugian meninggalkan Rusia, yang merupakan pasar terbesar kedua perusahaannya mencapai 2,3 miliar euro pada paruh pertama tahun ini.
Laporan lebih lanjut menyatakan bahwa hasil dari penghentian aktivitas di Rusia terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset, mesin dan peralatan, aset tidak berwujud (aset seperti merek, kekayaan intelektual, ide, metode bisnis), dan lainnya menimbulkan kerugian 2,3 miliar euro. pada paruh pertama tahun 2022.
Renault menghentikan operasi di Rusia setelah konflik militer Moskow dengan Ukraina pada Maret lalu. Kemudian pada bulan Mei, ia menjual 100 persen sahamnya di Renault Rusia dan 68 persen sahamnya di AVTOVAZ (produsen mobil Rusia).
Aset Renault dialihkan kepemilikannya ke negara Rusia pada 16 Mei. Jean-Dominique Senard, ketua dewan direksi Renault pada saat itu, menyebut keputusan itu menyakitkan tetapi perlu untuk melindungi karyawan Rusia di Renault.
Pihak berwenang Rusia telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan mobil bermerek dalam negeri di bekas pabrik Renault.(PH)