Turki dan Republik Azerbaijan Tanggapi Statemen Ketua DPR AS
Para pejabat Ankara dan Baku bereaksi terhadap pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi yang mengkritik Republik Azerbaijan atas konflik baru-baru ini di perbatasan dengan Armenia.
Beberapa hari yang lalu, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengunjungi Armenia dalam kunjungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan secara implisit mengumumkan dukungan Washington untuk Yerevan melawan Baku.
Selama tiga dekade terakhir, Armenia berselisih dengan Republik Azerbaijan atas wilayah Karabakh yang memicu munculnya bentrokan baru di perbatasan kedua negara.
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay hari Senin (19/9/2022) mengatakan, "Pernyataan bias Nancy Pelosi mengenai perselisihan antara Armenia dan Republik Azerbaijan tidak dapat diterima, dan akan merusak hubungan diplomatik antara kedua negara."
Wakil presiden Turki menerbitkan pesan di jejaring sosial Twitter dan meminta Washington untuk menentukan apakah pernyataan Pelosi mencerminkan posisi resmi Amerika Serikat atau tidak.
Kementerian Luar Negeri Republik Azerbaijan mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa tuduhan Pelosi yang tidak adil dan tidak berdasar terhadap negaranya tidak dapat diterima.
Kementerian Luar Negeri Republik Azerbaijan juga menilai statemen Pelosi adalah propaganda bagi Armenia, yang akan menjadi pukulan telak bagi upaya normalisasi hubungan antara Armenia dan Republik Azerbaijan.(PH)