CIA Peringatkan Terulangnya Teror Istanbul di Amerika
Direktur Dinas Intelijen Amerika Serikat, CIA memperingatkan kemungkinan terulangnya serangan teror Istanbul, Turki di negaranya.
IRNA (29/6) melaporkan, John Brennan, Direktur CIA dalam wawancara dengan Yahoo News, Rabu (29/6) mengatakan, ada kemungkinan kelompok teroris Daesh saat ini sedang menyusun rencana untuk melancarkan serangan seperti yang terjadi di Turki, di Amerika.
Brennan menambahkan, sebagai sebuah informasi profesional yang mengungkap kemampuan Daesh dan tekad mereka membunuh orang serta melancarkan serangan di luar perbatasan, maka jika Daesh tidak berusaha melakukan serangan serupa di Amerika, hal itu cukup mengejutkan.
Menurut Direktur CIA, para pelaku serangan teror di bandara Ataturk, Istanbul, Turki mengenakan sabuk bom.
"Strategi pencegahan terjadinya serangan-serangan yang lebih besar oleh 'musuh bertekad kuat' yang sama sekali tidak berpikir untuk lari adalah hal yang rumit. Membuat sebuah sabuk bom tidak terlalu sulit," ungkapnya.
Brenan manyampaikan statemen itu tanpa membenarkan bahwa Daesh berada di balik serangan teror Istanbul tersebut.
Kelompok teroris Daesh sendiri hingga kini belum mengaku bertanggung jawab telah melakukan serangan teror di Istanbul, Turki yang menewaskan 41 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. (HS)