Cina Bantah Pasok Senjata ke Rusia
Duta Besar Cina untuk Prancis membantah pengiriman senjata dan amunisi dari negaranya ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina.
Perang antara Ukraina dan Rusia telah memasuki bulan kesepuluh dengan semua konsekuensi politik, militer, ekonomi hinga sosial yang meluas, dan pengiriman senjata Barat ke Ukraina terus berlanjut.
Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat mengintensifkan tekanan sanksi terhadap Rusia dan memasok senjata ringan dan berat ke Kyiv yang memicu peningkatan konflik di Ukraina.
Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa mengirimkan senjata Barat ke Ukraina hanya memperpanjang konflik di negara itu, dan memiliki konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.
Duta Besar Cina untuk Prancis, Lu Shaye dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Prancis menanggapi pertanyaan apakah Cina memberikan senjata kepada Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukrina hari Rabu (30/11/2022) dengan mengatakan,"Saya tidak berpikir Rusia akan membutuhkan senjata Cina,".
"Cina memiliki sikap yang tidak memihak dalam perang antara Ukraina dengan Rusia, dan mendukung resolusi damai," ujar Dubes Cina.
Tudingan pengiriman senjata dari Cina ke Rusia mengemuka di saat Pentagon menawarkan proposal Boeing untuk memenuhi kebutuhan Ukraina mengenai bom presisi dan murah yang akan digunakan dalam sistem pertahanan udara negara ini.(PH)