Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa Diambang Keruntuhan
Ketua Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) memperingatkan bahwa organisasi ini berada di ambang kehancuran akibat meningkatnya konflik yang disulut perang di Ukraina.
Delapan belas bulan telah berlalu sejak perang yang memakan banyak biaya di Ukraina, dan konsekuensi ekonomi dan keamanan yang parah dari perang ini telah memberikan tekanan terhadap banyak negara Eropa, dan jumlah penentang perang terus meningkat setiap hari.
Bujar Osmani, Ketua Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) saat ini dan Menteri Luar Negeri Makedonia Utara dalam sebuah wawancara dengan Financial Times hari Minggu (24/9/2023) mengatakan, "Tantangan terbesar Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa adalah kepemimpinan politik, karena organisasi tidak dapat berjalan tanpa seorang pemimpin."
Osmani mmungkin mengusulkan perpanjangan masa jabatan kepresidenannya untuk mencegah runtuhnya organisasi tersebut, yang juga memerlukan persetujuan Federasi Rusia.
Rusia menentang kandidat untuk jabatan ketua baru organisasi ini dari menteri luar negeri Estonia. Sementara menteri luar negeri Estonia juga sebelumnya mengakui bahwa Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa sedang menghadapi krisis terbesar dalam sejarahnya.
Ketika keretakan antara pendukung Ukraina semakin melebar, Polandia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mengirim senjata ke Ukraina.
Para pejabat Rusia dan beberapa pakar serta media Barat menggambarkan perang di Ukraina sebagai perang proksi antara Barat dan Rusia.(PH)