Mufti Besar Rusia: Dunia Islam Harus Bersatu di Sisi Iran!
https://parstoday.ir/id/news/world-i189232-mufti_besar_rusia_dunia_islam_harus_bersatu_di_sisi_iran!
Pars Today - Mufti Besar dan Kepala Badan Urusan Keagamaan Muslim Rusia menyatakan bahwa dunia Islam harus berada di sisi Iran dalam menghadapi konspirasi AS dan rezim Zionis.
(last modified 2026-05-01T07:02:43+00:00 )
May 01, 2026 14:00 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Duta Besar Iran untuk Rusia dengan Mufti Besar Rusia
    Pertemuan Duta Besar Iran untuk Rusia dengan Mufti Besar Rusia

Pars Today - Mufti Besar dan Kepala Badan Urusan Keagamaan Muslim Rusia menyatakan bahwa dunia Islam harus berada di sisi Iran dalam menghadapi konspirasi AS dan rezim Zionis.

Menurut laporan Pars Today, 1 Mei 2026, Rawil Ainuddin dalam pertemuan dengan Kazem Jalali, Duta Besar Iran di Moskow, menegaskan, "Jika umat Islam memiliki solidaritas dan kohesi, front setan tidak akan pernah mampu mengulangi agresi terhadap Gaza, Iran, dan Lebanon."

Ketua Dewan Mufti Rusia juga menyatakan solidaritas Muslim Rusia dengan pemerintah dan rakyat Iran, seraya mengatakan, "Muslim Rusia mendukung Iran dan mengagumi keteguhan serta keberanian bangsa Iran."

Ia menilai upaya memecah belah umat Islam sebagai konspirasi rezim Zionis dan AS, serta menambahkan bahwa pangkalan militer tidak dapat menjamin keamanan dan stabilitas, dan negara-negara Arab pun mulai menyadari hal ini.

"Pendudukan tanah-tanah Islam dan pengelolaannya oleh rezim Zionis adalah tantangan besar bagi dunia Islam. Jalan melawannya adalah melalui persatuan, solidaritas, dan persaudaraan."

Sementara itu, Dubes Iran di Rusia menekankan, "Masalah rezim Zionis bukan hanya dengan Iran. Ia tidak tahan melihat negara-negara Islam yang kuat di kawasan. Jika bagi negara-negara Barat masalah Iran terselesaikan, yang tidak akan terjadi, maka giliran negara-negara Islam kawasan berikutnya yang akan menjadi sasaran."

Mufti Besar Rusia, pemimpin spiritual Muslim di negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa, secara terbuka menyerukan dukungan global untuk Iran. Ini bukan sekadar solidaritas simbolis. Di tengah isolasi diplomatik yang coba dibangun Barat terhadap Iran, suara dari Moskow, pusat kekuatan Ortodoks tetapi memiliki 20 juta Muslim, memberikan legitimasi keagamaan dan politik bagi perjuangan Iran.

Pesannya jelas: perang ini bukan tentang nuklir, bukan tentang Hormuz, tetapi tentang siapa yang berhak menentukan masa depan kawasan. Dan dalam pertarungan itu, memecah umat Islam adalah senjata utama musuh. Maka jawabannya: bersatu, atau tenggelam satu per satu. Iran sadar, Rusia pun sadar. Sekarang giliran dunia Islam yang lain: masih mau jadi penonton?(sl)