Langkah Baru Rusia Hadapi Ancaman NATO
https://parstoday.ir/id/news/world-i16045-langkah_baru_rusia_hadapi_ancaman_nato
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengumumkan pembentukan gugus tugas baru untuk melawan penumpukan pasukan NATO di Eropa Timur.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 29, 2016 09:47 Asia/Jakarta
  • Langkah Baru Rusia Hadapi Ancaman NATO

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengumumkan pembentukan gugus tugas baru untuk melawan penumpukan pasukan NATO di Eropa Timur.

Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (28/7/2016), Shoigu mengatakan Moskow telah membentuk kekuatan untuk mengimbangi penumpukan besar-besaran pasukan NATO di sepanjang perbatasan Rusia di Eropa, yang akan beroperasi di sepanjang perbatasan barat dan selatan.

Menurutnya, ada tiga faktor yang mendorong pembentukan gugus tugas baru yaitu, penumpukan tentara NATO di Eropa Timur, perkembangan di Ukraina, dan peningkatan kegiatan teroris di Kaukasus.

"Dalam kondisi tertentu, kita harus mengambil langkah-langkah reaktif yang sepadan," tegas Shoigu.

Rusia telah mempersiapkan empat divisi bersama perlengkapan mereka dalam membentuk gugus tugas baru itu.

Pasca reunifikasi Krimea dengan Rusia pada tahun 2014, wilayah ini sepenuhnya kembali dipersenjatai dan pasukan dikerahkan di sana untuk menghadapi ancaman potensial.

Shoigu menegaskan bahwa kemampuan pertahanan udara militer Rusia tumbuh sebesar 50 persen di wilayah strategis barat daya negara ini dan Armada Laut Hitam dan kapal selam juga telah dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr.

Sebenarnya keputusan Rusia merupakan sebuah peringatan kepada NATO, di mana dengan alasan adanya ancaman Moskow, aliansi militer Barat ini meningkatkan kehadiran dan menyebarkan peralatan militer di negara-negara Eropa Timur selama dua tahun terakhir.

Saat ini ketegangan NATO dengan Rusia meningkat signifikan dan hubungan kedua pihak turun ke titik terendah pasca Perang Dingin. Sejak tahun 2014 sampai sekarang, NATO memperluas ekspansinya di Eropa terutama di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia. Langkah ini khususnya di wilayah Baltik dan Laut Hitam dilakukan dengan dalih intervensi Rusia di timur Ukraina. Padahal Rusia sudah sering memperingatkan ekspansi NATO di kawasan.

Para pemimpin NATO selama sidang di Warsawa juga menyetujui penambahan pasukan di negara-negara sekitar Laut Baltik dan Polandia. Keputusan ini disikapi Moskow dengan menambah jumlah pasukannya di wilayah perbatasan barat Rusia. Dalam pandangan Presiden Vladimir Putin, tindakan NATO memperkuat militernya di Baltik dan Polandia bertujuan untuk merusak perimbangan militer di Eropa Timur.

Setelah Krimea kembali bergabung dengan Rusia, kapal-kapal perang NATO mulai memperbesar kehadirannya di Laut Hitam dan rencana Aliansi membentuk armada permanen di wilayah itu sama saja dengan mengundang Moskow untuk terlibat konfrontasi, sebab Laut Hitam secara tradisional merupakan wilayah pengaruh Rusia.

Para pejabat Kremlin memandang kehadiran NATO di Laut Hitam sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Rusia dan berkali-kali memperingatkan NATO dan Amerika Serikat dalam masalah ini.

Pada dasarnya, krisis Ukraina mendorong penguatan kehadiran NATO di Laut Hitam, Laut Baltik, dan juga Laut Mediterania, dan Rusia sekarang menghadapi ancaman maritim oleh blok militer Barat di perairan sekitar wilayahnya.

Oleh karena itu, doktrin maritim baru Rusia menekankan penguatan kehadiran di Laut Hitam, di mana ini merupakan sinyal dari kesiapan Angkatan Laut Rusia untuk menghadapi ancaman NATO khususnya AS. (RM)