Kondisi Miris Para Buruh Pakistan dan India di Pakistan
-
Nawaz Sharif
Berbagai pemberitaan dan laporan tersiar soal kondisi buruk para buruh Pakistan dan India yang bekerja di Arab Saudi. Masalah ini sekarang menjadi tantangan serius bagi pemerintah Islamabad dan New Delhi. Sampai Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, menekankan penyelesaian segera masalah buruh negara ini di Arab Saudi.
Kantor Perdana Menteri Pakistan menyatakan, untuk menyelesaikan masalah buruh Pakistan yang bekerja di Arab Saudi ini, Kedutaan Besar Pakistan di Riyadh, membentuk sebuah pusat kesejahteraan bagi warganya untuk menyelesaikan masalah mereka.
Di lain pihak, Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, kepada para anggota parlemen menjelaskan bahwa kantor perwakilan India di Jeddah dan Riyadh telah diinstruksikan untuk memberikan bantuan makanan bagi 450 buruh India yang kelaparan di kamp-kamp. Ditambahkannya, "Kami meminta Arab Saudi untuk mengambil langkah-langkah guna membayar gaji para buruh berbagai perusahaan." Dia juga berjanji akan memulangkan buruh India yang telah menganggur di Arab Saudi.
Tercatat lebih dari 10.000 buruh India di Arab Saudi menganggur dan sedang berada di kamp-kamp penampungan tanpa penghasilan dan fasilitas sangat minim. Berdasarkan laporan berbagai sumber, anjloknya harga minyak dan banyaknya perusahaan yang gulung tikar di Arab Saudi, merupakan faktor utama pengangguran para buruh India dan Pakistan di Arab Saudi.
Ini berarti pengiriman buruh dan pekerja ke negara seperti Arab Saudi atau negara lain untuk menekan angka pengangguran, bukan solusi yang efektif. Karena krisis yang terjadi di negara penerima buruh asing akan berdampak negatif bukan hanya bagi para buruh melainkan juga bagi negara pengirim tenaga kerja.
Masalah ini bukan hanya mengakibatkan membludaknya angka pengangguran di negara penerima buruh, tapi juga bagi para pekerja asing yang sekarang sedang terkatung-katung. Para buruh memerlukan surat dari perusahaan tempat mereka bekerja sementara para direktur pabrik atau perusahaan yang telah gulung tikar di Arab Saudi sudah terlebih dahulu meninggalkan negara itu. Saat ini tercatat sekitar tiga juta buruh India bekerja di Arab Saudi.
Adapun para buruh Pakistan juga menghadapi masalah yang sama. Laporan sejak beberapa bulan lalu menunjukkan, sekitar 400 buruh Paksitan terkatung-katung di kota Dammam, Arab Saudi. Mereka sejak delapan hingga 12 bulan belum menerima gaji. Dan sebagian di antara mereka bahkan ditangkap polisi karena visa kerja mereka telah berakhir.
Berita pengangguran para buruh India di Arab Saudi tersebar setelah sebelumnya berbagai laporan menunjukkan perilaku buruk bos mereka, khususnya terhadap para buruh perempuan. Laporan tersebut memancing reaksi keras masyarakat India.
Masalah terbaru ini menjadi pukulan telak bagi pemerintah New Delhi dan Islamabad mengingat fakta dan laporan yang ada mengungkap betapa buruknya kondisi warganya yang bekerja di Arab Saudi. (MZ)