Protes di Ethiopia Berujung Ricuh, Enam Tewas
https://parstoday.ir/id/news/world-i17002-protes_di_ethiopia_berujung_ricuh_enam_tewas
Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya ditahan dalam protes anti-pemerintah di Ethiopia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 07, 2016 13:45 Asia/Jakarta
  • Kerusuhan di Ethiopia
    Kerusuhan di Ethiopia

Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya ditahan dalam protes anti-pemerintah di Ethiopia.

Menurut kesaksian warga setempat, insiden terjadi terjadi dalam aksi unjuk rasa pada hari Jumat dan Sabtu setelah ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di wilayah Gondar, utara Ethiopia, di 700 kilometer arah utara ibukota, Addis Ababa.

 

Pihak berwenang di Ethiopia belum mengkonfirmasi korban tewas.

 

Di ibukota dilaporkan sekitar 500 orang berkonsentrasi di alun-alun ibukota. Polisi dikerahkan untuk meredam protes warga yang meluapkan kemarahan mereka atas apa yang mereka sebut dengan distribusi kekayaan negara yang tidak adil di di negara Afrika Timur itu.

 

"Kami menuntut kebebasan," dan "Bebaskan tahanan politik kami," teriak para demonstran.

 

Demonstrasi itu diselenggarakan oleh kelompok-kelompok oposisi dari kelompok etnis terbesar Ethiopia, Oromo.

 

"Ini adalah gerakan massa dari pembangkangan sipil, yang tidak diatur oleh partai politik," kata Merera Gudina, ketua Rakyat Oromo Kongres, partai politik yang mewakili etnis Oromo.

 

"Masyarakat telah muak dengan rezim ini dan mengekspresikan kemarahan mereka di mana-mana," tambahnya.

 

Perdana Menteri Ethiopia, Haile Mariam Dessalegn, telah menginstruksikan larangan demonstrasi, dan menilai langkah tersebut akan mengancam persatuan nasional, serta menyeru polisi untuk mengambil langkah-langkah antisipasi.

 

Setidaknya selusin orang tewas dalam beberapa pekan terakhir dalam bentrokan dengan polisi atas sengketa teritorial mengenai perluasan batas-batas ibukota Addis Ababa ke Oromia, wilayah di mana mayoritas etnis Oromo terkonsentrasi.

 

Langkah tersebut mengakibatkan petani dari etnis Oromo mengungsi dan kehilangan tanah serta lahan mereka.

 

Pemerintah Ethiopia terpaksa mencabut proyek perluasan itu pada bulan Januari namun protes sporadis terus berlanjut. (MZ)