Berita / Dunia
Perekonomian Inggris Berada di bawah Beban Pajak Terberat sejak Perang Dunia II
Pars Today – Sebuah jajak pendapat terbaru terhadap para manajer perusahaan besar di Inggris menunjukkan bahwa anggaran musim gugur pemerintah tidak hanya mengurangi kepercayaan perusahaan, tetapi juga memaksa banyak di antara mereka untuk menghentikan atau memperkecil program perekrutan.
Hasil sebuah survei terhadap 500 eksekutif perusahaan di Inggris menunjukkan bahwa setelah pengumuman anggaran musim gugur, perusahaan-perusahaan sedang meninjau kembali rencana perekrutan mereka, dan setengah dari mereka berniat merekrut tenaga kerja baru dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan rencana awal. Menurut laporan Fars News, survei ini dilakukan oleh dua lembaga, WPI Strategy dan Merlin Strategy, dan mencerminkan reaksi cepat sektor swasta terhadap kebijakan baru pemerintah.
Menurut laporan harian Inggris The Independent, meskipun dalam anggaran tahun ini pemerintah Inggris tidak memberlakukan pajak baru yang secara langsung ditanggung oleh para pengusaha, serangkaian keputusan pemerintah tetap memberikan tekanan tidak langsung terhadap kemampuan finansial perusahaan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa perpanjangan tiga tahun pembekuan ambang batas pajak penghasilan, kenaikan upah minimum mulai April, serta penerapan ‘pajak tambahan’ atas properti komersial bernilai lebih dari 500 ribu pound termasuk toko-toko waralaba besar, semuanya dinilai para pakar sebagai langkah yang meningkatkan biaya perusahaan dan membatasi ruang pertumbuhan.
Menurut hasil survei, 47 persen manajer menyatakan bahwa pembekuan ambang batas pajak hingga tahun 2031 merupakan faktor yang paling merugikan perusahaan dan karyawan. Namun, 45 persen responden berpendapat bahwa keputusan tersebut dapat dibenarkan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah. Pemerintah Inggris mengklaim bahwa langkah ini akan menghasilkan sekitar 7,6 miliar pound bagi kas negara hingga tahun 2030.
Menurut kajian ini, 56 persen manajer berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya hanya menaikkan pajak penghasilan dan membiarkan pajak-pajak lainnya tetap tidak berubah. Namun, dua pertiga manajer yang berpartisipasi dalam survei masih khawatir bahwa dalam waktu dekat mereka akan menjadi sasaran kenaikan pajak lebih lanjut.
Martin Beck, kepala ekonom WPI Strategy, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan ‘anggaran baru tidak hanya gagal menyalakan mesin pertumbuhan, tetapi juga tidak membantu meningkatkan kepercayaan perusahaan.’ Ia menekankan bahwa untuk investasi, pengembangan, dan perekrutan tenaga kerja, perusahaan membutuhkan kepastian yang lebih besar mengenai prospek ekonomi.
Anggaran musim gugur yang kontroversial ini diumumkan pada saat ekonomi Inggris menghadapi pertumbuhan yang lambat, tekanan resesi, dan beban pajak terberat sejak Perang Dunia II; sebuah kondisi yang membuat prospek pasar kerja negara ini semakin suram. (MF)