Pemerintah Trump Memulai Langkah Penjualan Senjata kepada Taiwan
https://parstoday.ir/id/news/world-i182766-pemerintah_trump_memulai_langkah_penjualan_senjata_kepada_taiwan
Pars Today – Pemerintah Amerika memulai proses pemberitahuan kepada Kongres untuk penjualan senjata ke Taiwan senilai 11 miliar dolar.
(last modified 2025-12-22T11:09:15+00:00 )
Des 22, 2025 18:07 Asia/Jakarta
  • Pemerintah Trump Memulai Langkah Penjualan Senjata kepada Taiwan

Pars Today – Pemerintah Amerika memulai proses pemberitahuan kepada Kongres untuk penjualan senjata ke Taiwan senilai 11 miliar dolar.

Pemerintah Donald Trump, presiden Amerika menginformasikan kepada Kongres terkait penjualan senjata kepada Taiwan. Pengumuman penjualan paket senjata ini oleh pemerintah Amerika merupakan kasus kedua di periode kepresidenan Donald Trump saat ini.

 

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa pemerintah Amerika memajukan proses penjualan senjata kepada kepulauan ini senilai 11,1 miliar dolar, sebuah paket yang sampai saat ini tercatat sebagai kontrak senjata terbesar Amerika dengan Taiwan.

 

Paket usulan ini mencakup delapan jenis persenjataan, termasuk sistem rudal HIMARS, artileri, rudal anti-armor, pesawat nirawak (drone), serta komponen terkait peralatan militer lainnya.

 

Dalam pernyataan tersebut diklaim: Amerika Serikat terus membantu Taiwan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang memadai, membangun dengan cepat kekuatan pencegahan yang efektif, dan memanfaatkan keuntungan perang asimetris; hal yang disebut sebagai dasar bagi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas regional.

 

Dengan dorongan Amerika, Taiwan sedang melakukan restrukturisasi angkatan bersenjatanya untuk melaksanakan 'perang asimetris'; sebuah pendekatan yang berfokus pada penggunaan senjata bergerak, lebih kecil, lebih murah, namun efektif, seperti drone.

 

Pemerintah Tiongkok senantiasa menganggap pulau Taiwan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayahnya, dan telah memperingatkan para pejabat Gedung Putih mengenai penciptaan ketegangan serta campur tangan dalam urusan internal Beijing.

 

Paket Senjata Pakistan untuk Libya

Marsekal Asim Munir, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, dalam kunjungan terbarunya ke Benghazi dan pertemuan serta pembicaraan dengan Jenderal Khalifa Haftar, Panglima Tertinggi pasukan timur Libya, telah mencapai sebuah kesepakatan pertahanan dengan nilai sekitar 6,4 miliar dolar.

 

Menurut informasi yang dipublikasikan, paket persenjataan Pakistan ini mencakup 16 pesawat tempur multiguna JF-17 Block III, 44 unit tank tempur utama Haider, 12 pesawat latih/serang ringan Super Mushshak, sistem mortir infanteri canggih, serta serangkaian perlengkapan militer tambahan.

 

Berdasarkan resolusi PBB, penjualan senjata kepada pihak-pihak yang terlibat dalam perang saudara Libya, termasuk Haftar, adalah dilarang. PBB juga mengakui 'Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya' di Tripoli sebagai pemerintahan sah.

 

Libya adalah negara dengan dua pemerintahan paralel: Satu pemerintahan di Tripoli yang lahir dari Kongres Nasional, dan satu lagi pemerintahan di Tobruk yang dipilih oleh parlemen timur, dengan angkatan bersenjatanya dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar. (MF)