Apakah Tiongkok Menjadi Pemain Dominan di Asia Tengah?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183146-apakah_tiongkok_menjadi_pemain_dominan_di_asia_tengah
Pars Today - Dalam dekade terakhir, kawasan Asia Tengah telah menjadi salah satu arena penting persaingan antarkekuatan global.
(last modified 2025-12-28T17:50:16+00:00 )
Des 29, 2025 00:48 Asia/Jakarta
  • Tiongkok di Asia Tengah
    Tiongkok di Asia Tengah

Pars Today - Dalam dekade terakhir, kawasan Asia Tengah telah menjadi salah satu arena penting persaingan antarkekuatan global.

Kawasan Asia Tengah telah menjadi salah satu arena penting persaingan antarkekuatan global dalam dekade terakhir. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan rezim Zionis Israel telah berupaya meningkatkan kehadiran mereka di kawasan ini, yang secara tradisional dianggap sebagai halaman belakang Rusia, dan mengubahnya menjadi platform untuk membendung Rusia dan kemudian Tiongkok.

Dalam keadaan seperti itu, memengaruhi opini publik dan elit kawasan menjadi sangat penting, dan Tiongkok, menyadari kenyataan ini, sedang mengejar strategi untuk memperluas kekuatan lunaknya dengan berfokus pada pendidikan, ekonomi, keamanan, dan diplomasi budaya di Asia Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah meningkatkan pengaruhnya di lima negara Asia Tengah tanpa pemberitaan media yang berlebihan. Negara ini memainkan peran yang semakin besar dalam membentuk masa depan kawasan melalui instrumen seperti beasiswa, pertukaran pendidikan, proyek infrastruktur berskala besar, dan kerja sama ekonomi dan keamanan.

Pemberian beasiswa di negara-negara seperti Turkmenistan dan Kyrgyzstan untuk tahun ajaran 2026-2027 dan implementasi program “Pemuda Terkemuka” oleh kedutaan besar Tiongkok, yang memungkinkan pejabat pemerintah dan eksekutif bisnis untuk belajar di Tiongkok, adalah contoh dari pendekatan ini.

Pertukaran akademis, termasuk kunjungan delegasi dari Universitas Perdagangan Negeri Tajikistan ke Universitas Teknologi Xi’an, juga menunjukkan pendalaman kerja sama pendidikan.

Seiring dengan tren ini, kehadiran mahasiswa Tiongkok di Asia Tengah juga meningkat. Kazakhstan telah mengumumkan bahwa mahasiswa Tiongkok merupakan bagian signifikan dari mahasiswa internasional di negaranya. Lebih dari 3.300 mahasiswa Tiongkok belajar di antara sekitar 35.000 mahasiswa asing di Kazakhstan. Hal ini mencerminkan pandangan strategis Beijing tentang pendidikan sebagai alat untuk pengaruh jangka panjang di kawasan ini.

Pengaruh Tiongkok tidak terbatas pada pendidikan, dan kerja sama keamanan juga meluas. Dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Shanghai, Tiongkok berpartisipasi dalam latihan militer dan kontra-terorisme dengan Rusia dan negara-negara Asia Tengah. Latihan gabungan di Iran, meskipun dianggap terbatas skalanya, menunjukkan semakin dalamnya hubungan keamanan Tiongkok di Asia Tengah.

Di bidang ekonomi, Tiongkok telah berupaya memperkuat integrasi ekonomi regional dengan mengadakan forum seperti "Forum Tianshan untuk Kerja Sama Ekonomi dengan Asia Tengah" dan mengumumkan pembentukan Pusat Penelitian Kerja Sama Keuangan Regional. Meskipun hasil nyata dari inisiatif ini masih terbatas, orientasi keseluruhan Tiongkok terhadap integrasi ekonomi regional jelas terlihat.

Kazakhstan adalah salah satu tujuan utama investasi Tiongkok di Asia Tengah. Mulai dari investasi perusahaan Tiongkok senilai $111 juta di kompleks penanaman kapas hingga kemitraan antara Perusahaan Minyak dan Gas Nasional Kazakhstan dan Sinopec Tiongkok, semuanya menunjukkan pengaruh ekonomi Beijing yang semakin besar. Peluncuran penerbangan langsung antara Almaty dan kota Chengdu di Tiongkok juga telah memfasilitasi perdagangan antara kedua negara.

Uzbekistan juga telah memperluas hubungan ekonominya dengan Tiongkok, khususnya di sektor energi, dan lebih dari 30 proyek bersama senilai $9 miliar sedang berlangsung di negara ini. Selain itu, Tiongkok berupaya mentransfer model reformasi ekonomi dan industrinya ke perekonomian Uzbekistan, khususnya di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

Di Kyrgyzstan, meskipun kerja sama ekonomi dengan Tiongkok semakin meluas, sentimen publik terhadap Beijing tetap beragam. Kekhawatiran tentang utang luar negeri, perilaku beberapa perusahaan Tiongkok, dan sensitivitas etnis dan budaya terkait dengan Uyghur telah memicu sentimen anti-Tiongkok.

Namun, pemerintah Kyrgyzstan telah berupaya mempertahankan hubungan dengan Tiongkok dengan mengelola opini publik, meningkatkan transparansi, dan memperluas kerja sama ekonomi.

Proyek kereta api Tiongkok-Kyrgyzstan-Uzbekistan, yang sedang diimplementasikan dengan pinjaman sebesar 2,3 miliar dolar AS dari Tiongkok, dianggap sebagai salah satu proyek infrastruktur terpenting di kawasan ini dan dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan Asia Tengah ke Timur Tengah dan pelabuhan global.

Diplomasi budaya juga merupakan pilar utama strategi kekuatan lunak Tiongkok. Penyelenggaraan acara budaya di Tajikistan dan dukungan terhadap proyek infrastruktur dan energi di Turkmenistan telah memperkuat posisi Tiongkok di negara-negara tersebut.

Secara keseluruhan, Tiongkok secara bertahap tapi pasti telah memperluas pengaruhnya di Asia Tengah dengan memanfaatkan pendidikan, investasi ekonomi, kerja sama keamanan, dan diplomasi budaya secara bersamaan.(sl)