Mengapa Ketegangan antara Meksiko dan AS terus Meningkat?
-
Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko
Pars Today – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Meksiko meningkat, terutama setelah serangan AS terhadap Venezuela.
Menurut laporan Pars Today, seiring meningkatnya ketegangan antara Meksiko dan Amerika Serikat, Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko, kembali menanggapi ancaman Donald Trump, Presiden AS, yang menyebut kemungkinan melakukan serangan darat terhadap negara tersebut. Sheinbaum menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan nasional Meksiko. Ia menyatakan: “Keamanan terwujud melalui penghormatan terhadap kedaulatan nasional kami.”
Sheinbaum juga menegaskan bahwa kehadiran pasukan Amerika di wilayah Meksiko sama sekali tidak masuk dalam agenda pemerintahnya. Ia sebelumnya juga telah menanggapi pernyataan Trump dengan menekankan bahwa Meksiko secara tegas menolak segala bentuk intervensi asing dalam urusan internal negara lain, termasuk Venezuela.
Sheinbaum menambahkan bahwa Meksiko adalah negara yang independen dan berdaulat sepenuhnya, dan meskipun kerja sama dengan Amerika Serikat dalam isu-isu bersama seperti pemberantasan narkotika dan keamanan tetap berlangsung, kerja sama tersebut tidak berarti mengorbankan kedaulatan atau menerima campur tangan asing.
Seiring dengan pembicaraan antara menteri luar negeri Meksiko dan Amerika Serikat menyusul ancaman Donald Trump, Senat Meksiko dalam menghadapi ancaman-ancaman Trump terkait kemungkinan serangan darat ke Meksiko dengan dalih memberantas kartel narkoba menyatakan bahwa mereka sepenuhnya mendukung kedaulatan nasional negara tersebut. Senat Meksiko juga menegaskan dukungan kuatnya terhadap Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump, setelah melakukan agresi terhadap Venezuela, kembali mengemukakan kemungkinan tindakan militer terhadap kartel narkoba di Meksiko, yang semakin memperburuk ketegangan. Presiden Amerika Serikat sebelumnya telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengklasifikasikan fentanyl sebagai senjata pemusnah massal, yang memberikan kewenangan hukum lebih besar kepada Washington dalam memerangi perdagangan narkoba tersebut, termasuk kemungkinan serangan darat.
Hubungan Amerika Serikat dan Meksiko selalu merupakan campuran antara kerja sama dan persaingan. Namun dalam beberapa tahun terakhir—khususnya sejak tahun 2025 setelah Donald Trump kembali berkuasa—serangkaian faktor keamanan, politik, dan ekonomi telah menyebabkan peningkatan ketegangan antara kedua negara. Ketegangan ini tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga membawa dampak regional dan internasional.
Faktor-faktor utama yang memicu peningkatan ketegangan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
Krisis narkotika dan peran kartel
Salah satu titik utama perselisihan adalah meluasnya aktivitas kartel narkoba di Meksiko serta masuknya fentanyl dan metamfetamin ke Amerika Serikat. Washington berpendapat bahwa pemerintah Meksiko gagal mengendalikan kartel‑kartel tersebut, sementara Meksiko menganggap campur tangan Amerika Serikat sebagai ancaman terhadap kedaulatannya. Perbedaan pandangan ini telah melemahkan kerja sama keamanan antara kedua negara.
Migrasi dan tekanan di perbatasan
Perbatasan selatan Amerika Serikat merupakan salah satu perbatasan tersibuk di dunia. Meningkatnya gelombang migrasi dari Amerika Tengah dan Meksiko telah menimbulkan tekanan politik besar terhadap pemerintah Amerika Serikat. Washington menilai bahwa Meksiko tidak cukup mengendalikan perbatasannya, sementara Meksiko menegaskan bahwa akar persoalan migrasi terletak pada kemiskinan dan kekerasan di kawasan, dan bahwa Amerika Serikat harus berperan lebih besar dalam pembangunan ekonomi regional.
Fluktuasi dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat
Perubahan pendekatan antara pemerintahan‑pemerintahan AS—dari kebijakan keras hingga pendekatan yang lebih kooperatif—telah menimbulkan ketidakpercayaan di pihak Meksiko. Fluktuasi ini mengurangi stabilitas hubungan bilateral dan memperburuk ketegangan.
Tekanan domestik di kedua negara
Di Amerika Serikat, meningkatnya angka kematian akibat fentanyl telah memicu tuntutan publik untuk tindakan lebih keras terhadap kartel narkoba. Di Meksiko, sensitivitas terhadap campur tangan asing membuat pemerintah terpaksa mengambil sikap yang lebih tegas. Tekanan domestik ini membatasi ruang negosiasi antara kedua negara.
Masalah dan perbedaan ini telah memperdalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Meksiko, terutama setelah ancaman Donald Trump untuk melakukan intervensi militer darat di Meksiko. Tanpa diragukan, ketegangan ini membawa sejumlah dampak negatif, di antaranya dapat disebutkan sebagai berikut:
Melemahnya kerja sama keamanan
Perselisihan terbaru dapat mengurangi kerja sama keamanan bersama dan membuat upaya memerangi kartel menjadi lebih sulit. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kekerasan di wilayah perbatasan.
Ancaman terhadap hubungan ekonomi
Amerika Serikat dan Meksiko merupakan mitra dagang utama satu sama lain. Ketegangan politik dapat mengganggu rantai pasokan, investasi, dan perdagangan dalam kerangka perjanjian USMCA.
Ketidakstabilan di perbatasan
Menurunnya koordinasi keamanan dan perbedaan pandangan mengenai isu migrasi meningkatkan kemungkinan peningkatan penyelundupan, kekerasan, dan krisis kemanusiaan di wilayah perbatasan. Selain itu, ketegangan antara dua negara besar Amerika Utara ini dapat mempengaruhi hubungan Amerika Serikat dengan seluruh Amerika Latin dan bahkan membuka jalan bagi terbentuknya blok‑blok politik baru.
Secara keseluruhan, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Meksiko merupakan hasil gabungan dari faktor‑faktor keamanan, ekonomi, dan politik, ditambah dengan tindakan tidak konvensional dan kecenderungan campur tangan Trump dalam urusan internal Meksiko. Mengelola ketegangan ini membutuhkan itikad baik, kerja sama yang berkelanjutan, pendekatan multilateral, serta saling memahami tantangan bersama. Jika tidak, dampaknya dapat meluas jauh melampaui perbatasan kedua negara.
Tampaknya, akibat kebijakan agresif Trump, hubungan antara Meksiko dan Amerika Serikat akan menghadapi tantangan yang lebih besar ke depannya. (MF)