Washington Post: Kekuatan Pencegahan Iran Paksa AS Menahan Diri
https://parstoday.ir/id/news/world-i184304-washington_post_kekuatan_pencegahan_iran_paksa_as_menahan_diri
Pars Today - Sebuah media Amerika menilai dukungan domestik dan asing yang luas untuk Republik Islam Iran, bersama dengan kekuatan militernya, sebagai alasan mundurnya Presiden Amerika Serikat dari petualangan melawan Iran.
(last modified 2026-01-19T05:00:03+00:00 )
Jan 19, 2026 11:58 Asia/Jakarta
  • Kekuatan rudal Iran
    Kekuatan rudal Iran

Pars Today - Sebuah media Amerika menilai dukungan domestik dan asing yang luas untuk Republik Islam Iran, bersama dengan kekuatan militernya, sebagai alasan mundurnya Presiden Amerika Serikat dari petualangan melawan Iran.

Washington Post menulis dalam sebuah laporan, "Keterbatasan kekuatan militer AS mencegah Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan terkait krisis Iran."

Menurut laporan Mehr, media Barat ini menulis tentang peran kekuatan pencegahan Iran dalam mencegah Washington untuk mengambil tindakan, "Presiden dan penasihat keamanan nasionalnya mempertimbangkan opsi untuk menyerang Iran, tetapi mundur dari langkah itu karena biaya dan tekanan dari sekutu Gedung Putih di Asia Barat menjadi jelas."

Washington Post menulis tentang dampak mundurnya Trump terhadap situasi para perusuh dan teroris, "Perubahan sikap Trump tentang menyerang Iran membingungkan banyak penasihatnya dan membuat lawan-lawan Iran merasa ditinggalkan."

Media Amerika, mengutip sumber di Gedung Putih, dan menulis, "Mundurnya Trump dari Iran merupakan cerminan dari tekanan domestik dan asing yang kuat."

Washington Post menyebutkan keterbatasan militer AS dalam menghadapi Iran dan ketidakpastian konsekuensi dari setiap petualangan terhadap Republik Islam sebagai alasan mundurnya Washington, menambahkan, "Para pejabat Pentagon khawatir bahwa kekuatan militer AS di Asia Barat akan kurang memadai untuk menangkis serangan balasan besar Iran."

Media Amerika, mengutip seorang pejabat AS saat ini dan seorang mantan pejabat AS, menulis, "Israel juga memiliki kekhawatiran yang sama. Karena dalam Perang 12 Hari pada bulan Juni, mereka telah menggunakan sejumlah besar rudal pertahanan mereka untuk melawan rudal Iran."

Washington Post, mengutip seorang diplomat senior Arab dan seorang pejabat di negara-negara Teluk Persia, menambahkan, "Sekutu utama AS, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, menghubungi Gedung Putih dan mendesak pengekangan dan diplomasi karena mereka khawatir akan menyebarnya kerusuhan di wilayah tersebut."

Media Amerika menambahkan bahwa petualangan Trump melawan Iran tidak akan mudah, "Menurut beberapa pejabat, Trump menyadari bahwa serangan terhadap Iran akan mahal dan rumit serta dapat menyebabkan peningkatan guncangan ekonomi, penyebaran perang, dan ancaman 30.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah."

Washington Post menambahkan, "Protes juga telah mereda, dan mereka yang turun ke jalan marah kepada Trump dan merasa dikhianati."

Media Barat, mengutip seorang pejabat yang berpengetahuan di pemerintahan Trump, menulis, "Presiden menerima laporan dari Pentagon dan badan intelijen yang membuatnya menyimpulkan bahwa biaya tindakan terhadap Iran terlalu tinggi."

Washington Post menambahkan, Pertanyaannya adalah apakah serangan itu akan menyebabkan perubahan rezim, jawabannya jelas "tidak".(sl)