Mantan Menteri Perang Israel: Kita telah melihat Kekuatan Rudal Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i184488-mantan_menteri_perang_israel_kita_telah_melihat_kekuatan_rudal_iran
Pars Today – Seorang pakar militer Pakistan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memahami kekuatan politik–militer Iran.
(last modified 2026-01-22T11:06:46+00:00 )
Jan 22, 2026 18:01 Asia/Jakarta
  •  Avigdor Lieberman, mantan menteri perang rezim Zionis
    Avigdor Lieberman, mantan menteri perang rezim Zionis

Pars Today – Seorang pakar militer Pakistan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memahami kekuatan politik–militer Iran.

Menurut laporan Pars Today, seorang diplomat dan mantan laksamana Angkatan Laut Pakistan, sambil mengecam pendekatan sepihak Amerika Serikat dan campur tangannya dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak menyadari kekuatan gabungan politik serta kemampuan militer Iran. Oleh karena itu, alih-alih melakukan petualangan di kawasan, seharusnya Amerika menempuh jalur diplomasi.

 

Seyed Faisal Ali Shah”, pada hari Kamis dalam wawancaranya dengan IRNA, seraya menyinggung perilaku arogan Amerika Serikat terhadap Iran, mengatakan bahwa Republik Islam Iran sama sekali berbeda dengan negara-negara yang berada di Amerika Latin atau Amerika Tengah. Iran memiliki kondisi geografis yang berbeda dan sangat penting.

 

Ia menambahkan bahwa Iran memiliki nilai politik yang baik serta kemampuan militer yang sangat kuat. Oleh sebab itu, seluruh faktor ini berpadu dan membentuk keunggulan tersendiri bagi Iran, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga di tingkat supranasional.

 

Lieberman: Iran Serang target-target strategis kami dalam perang 12 hari

 

Dan berita lainnya, Avigdor Lieberman, mantan menteri perang rezim Zionis, dalam pernyataannya di Knesset mengakui serangan Iran terhadap target-target strategis Israel dalam perang 12 hari. Ia mengatakan: “Kami memiliki angkatan udara terbaik di dunia, tetapi kita semua telah melihat kekuatan rudal balistik Iran, termasuk Emad-1, Shahab-3, Khorramshahr, dan rudal-rudal lainnya.”

 

Lieberman selanjutnya menegaskan bahwa memprediksi seluruh target yang mungkin diserang Iran dan mengevakuasinya adalah “mustahil”. Ia juga memperingatkan bahwa setelah perang 12 hari tersebut, pihak Iran terus bekerja dan telah meningkatkan kualitas rudal-rudal balistik mereka. (MF)