Tingginya Angka Kematian di antara Pemuda Irlandia Utara akibat Alkohol
https://parstoday.ir/id/news/world-i185418-tingginya_angka_kematian_di_antara_pemuda_irlandia_utara_akibat_alkohol
Pars Today – Data terbaru dari Irlandia Utara menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat konsumsi alkohol telah mencapai tingkat tertinggi dalam dua dekade terakhir, dan tren meningkatnya kematian di kalangan remaja dan dewasa muda memicu kekhawatiran di kalangan dokter dan aktivis kesehatan.
(last modified 2026-02-14T12:06:54+00:00 )
Feb 14, 2026 19:02 Asia/Jakarta
  • Eskalasi kematian di kalangan pemuda Irlandia Utara akibat miras
    Eskalasi kematian di kalangan pemuda Irlandia Utara akibat miras

Pars Today – Data terbaru dari Irlandia Utara menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat konsumsi alkohol telah mencapai tingkat tertinggi dalam dua dekade terakhir, dan tren meningkatnya kematian di kalangan remaja dan dewasa muda memicu kekhawatiran di kalangan dokter dan aktivis kesehatan.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Statistik dan Penelitian Irlandia Utara (Northern Ireland Statistics and Research Agency – NISRA) pada tahun 2024, sebanyak 397 orang meninggal akibat penyakit dan komplikasi terkait alkohol; angka ini meningkat 81 persen dibandingkan 219 kasus yang tercatat pada tahun 2014.

 

Dari jumlah tersebut, 64,5 persen adalah laki-laki, dan kematian terbanyak dilaporkan pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun. Namun, peningkatan signifikan konsumsi alkohol pada individu berusia 25 hingga 44 tahun, terutama di kalangan pekerja biasa seperti pegawai, manajer, atau mereka yang bekerja di berbagai profesi, menjadi alarm bagi kesehatan masyarakat.

 

Clodagh Corrigan, seorang dokter dari Dewan Medis Irlandia Utara (BMA Northern Ireland Council), mengatakan bahwa konsumsi alkohol berat di kalangan pekerja dan mereka yang memiliki keluarga, meskipun kehidupan sehari-hari terlihat normal, dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan fisik dan mental.

 

Gary McMichael dari lembaga amal ASCERT juga memperingatkan bahwa semakin dini seseorang mulai mengonsumsi alkohol, semakin tinggi kemungkinan ketergantungan dan masalah jangka panjang, sehingga tindakan pencegahan, termasuk penetapan harga minimum per unit alkohol, sangat diperlukan.

 

Aktivis dan para pakar menekankan bahwa budaya konsumsi alkohol yang diterima secara luas, lambatnya penerapan kebijakan yang efektif, dan kurangnya akses terhadap informasi lengkap telah memperburuk krisis ini di kalangan pemuda, dan diperlukan respons cepat serta perencanaan struktural untuk mengurangi dampak sosial dan medis. (MF)