Sinema Dunia
Daftar Pemenang Festival Film Berlin 2026
-
Para pemenang Festival Film Berlin
ParsToday – Pemenang kompetisi utama Festival Film Internasional Berlin ke-76 (Berlinale) telah diumumkan.
Penghargaan Beruang Emas untuk film terbaik diberikan kepada film "Surat Kuning" (Yellow Letters) yang disutradarai Ilker Çatak, sebuah produksi bersama Jerman, Prancis, dan Turki.
Penghargaan Grand Prix Juri (Beruang Perak) diberikan kepada film "Keselamatan" (Salvation) yang disutradarai Amin Alper, produksi bersama Turki, Prancis, Belanda, Yunani, Swedia, dan Arab Saudi.
Penghargaan Juri (Beruang Perak) diraih film "Ratu di Laut" (Queen at Sea) yang disutradarai Lance Hammer dan dibintangi Juliette Binoche, sebuah produksi bersama Inggris dan Amerika Serikat.
Festival ke-76 ini berlangsung pada 12-22 Februari 2026 di Berlin, Jerman, dengan direktur artistik Tricia Tuttle.
Ketegangan antara Studio Hollywood dan ByteDance Soal Hak Cipta AI
Studio-studio hiburan besar, termasuk Warner Bros. dan Netflix, mengirimkan surat peringatan resmi kepada perusahaan Tiongkok ByteDance. Mereka menuduh ByteDance melakukan pelanggaran hak kekayaan intelektual massal melalui platform produksi video kecerdasan buatan (AI) mereka, Seedance 2.0.
Warner Bros menjadi studio terbaru yang mengecam ByteDance. Mereka menuduh perusahaan pemilik TikTok itu mengizinkan penggunaan tidak sah atas properti intelektual mereka di platform Seedance 2.0. Platform ini dilaporkan telah digunakan untuk membuat video yang menampilkan pahlawan super DC seperti Superman dan Batman, serta karakter dari serial "Game of Thrones".
Surat protes Warner Bros ditujukan langsung kepada John Rogovin, penasihat umum ByteDance yang merupakan mantan pengacara Warner Bros.
"Karakter-karakter ini adalah napas perusahaan," tulis Wayne Smith, Wakil Presiden Eksekutif Legal Warner Bros. Studios, dalam surat tersebut. "ByteDance kini terlibat dalam pelanggaran nyata terhadap properti yang sama yang Anda lindungi selama bertahun-tahun".
Warner Bros bergabung dengan Disney dan Paramount yang lebih dulu mengirimkan surat peringatan serupa. Asosiasi Film (MPA) dan serikat aktor SAG-AFTRA juga dengan cepat mengutuk penggunaan tidak sah atas kekayaan intelektual ini.
Sebagai tanggapan atas kontroversi ini, ByteDance menyatakan akan menerapkan perlindungan tambahan untuk mencegah penggunaan tidak sah atas karya berhak cipta dan kemiripan aktor. Namun, Warner Bros berpendapat bahwa fokus pada pengguna adalah keliru.
"Para pengguna bukanlah akar penyebab pelanggaran," tulis Smith. "Mereka hanya membangun di atas fondasi pelanggaran yang telah diletakkan oleh ByteDance, karena Seedance hadir dengan karakter berhak cipta Warner Bros. Discovery yang sudah terprogram di dalamnya. Itu adalah pilihan desain yang disengaja oleh ByteDance."
Meskipun Warner Bros. mengakui bahwa ByteDance tampaknya mulai memblokir perintah teks tertentu terkait karakter mereka, mereka mempertanyakan mengapa perlindungan yang dapat dengan cepat dan mudah diterapkan tersebut tidak ada sejak awal peluncuran Seedance 2.0.
Seedance 2.0 disebut memiliki kemajuan signifikan dibandingkan alat produksi video AI sebelumnya, mampu menggabungkan gambar dan suara secara relatif mulus hanya dengan beberapa perintah tertulis.(sl)