AS Terancam Kekurangan Senjata dalam Konflik dengan Iran
-
Amunisi AS
Pars Today - Kalangan Amerika Serikat mengkhawatirkan penurunan cadangan senjata militer negaranya di tengah konflik dengan Iran.
Hanya beberapa hari setelah dimulainya agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran, pejabat pertahanan dan ahli Amerika Serikat telah menyampaikan kekhawatiran serius mengenai penurunan cepat cadangan senjata canggih, terutama rudal pertahanan udara dan amunisi presisi.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Tasnim, surat kabar Washington Post mengakui bahwa militer Amerika Serikat telah menggunakan ribuan rudal canggih dan ratusan pencegat mahal, dan mungkin hanya beberapa hari lagi sebelum terpaksa memprioritaskan target pertahanan.
Kekhawatiran ini tidak hanya terbatas pada Amerika Serikat, tetapi juga memengaruhi sekutu-sekutunya, termasuk Israel dan beberapa negara Teluk Persia. Menurut laporan jaringan berita CNN, cadangan rudal pencegat salah satu sekutu Amerika Serikat di Teluk Persia telah habis dan membutuhkan pasokan ulang segera.
Majalah Time juga memperingatkan bahwa penurunan cadangan senjata dapat memengaruhi dukungan Amerika Serikat untuk Ukraina dan Taiwan, serta melemahkan kemampuan negara tersebut untuk menahan Rusia dan Tiongkok.
Berdasarkan pernyataan dari lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS), perkiraan cadangan rudal Patriot Amerika Serikat (sekitar 1.600 unit) dengan cepat berkurang, dan kelanjutan perang dapat menjadi konflik yang berkepanjangan.
Laporan-laporan ini muncul di tengah klaim Menteri Perang Amerika Serikat, Peter Hegset, bahwa “tidak ada kekurangan”. dan Presiden Donald Trump yang mengklaim di media sosial Truth Social bahwa cadangan senjata Amerika Serikat “tidak terbatas”.
Namun, NBC News melaporkan bahwa Gedung Putih sedang menjajaki penggunaan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk meningkatkan produksi amunisi secara cepat, yang menunjukkan kedalaman kekhawatiran internal mengenai hal ini.(sl)