Pakar Amerika: Serang Dimona, Kemampuan Iran  Tak Dapat Disangkal
https://parstoday.ir/id/news/world-i187410-pakar_amerika_serang_dimona_kemampuan_iran_tak_dapat_disangkal
Pars Today - Seorang ahli militer Amerika Serikat mengakui bahwa serangan Tehran ke Dimona di Wilayah Pendudukan membuktikan bahwa kemampuan militer Iran tidak dapat diabaikan.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Mar 23, 2026 10:28 Asia/Jakarta
  • Kerusakan di Dimona akibat serangan rudal Iran
    Kerusakan di Dimona akibat serangan rudal Iran

Pars Today - Seorang ahli militer Amerika Serikat mengakui bahwa serangan Tehran ke Dimona di Wilayah Pendudukan membuktikan bahwa kemampuan militer Iran tidak dapat diabaikan.

Sebagai tanggapan atas agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz, Iran menyerang kota-kota Dimona dan Arad di WilayahPpendudukan dengan rudal. Kedua wilayah ini terletak dekat dengan pusat-pusat sensitif, termasuk fasilitas yang terkait dengan program nuklir militer rezim Zionis Israel.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip ISNA, Daniel Davis, seorang perwira militer Amerika yang telah pensiun, merujuk pada serangan rudal Iran ke Dimona, menyatakan bahwa operasi ini menunjukkan realitas yang tak terbantahkan tentang kekuatan militer Iran dan kerentanan sistem pertahanan canggih Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadapnya.

Davis, yang merupakan salah satu kritikus pendekatan militeristik di Washington, menekankan bahwa apa yang terjadi menyoroti fakta bahwa “keunggulan pertahanan seperti yang digambarkan tidaklah mutlak”.

Dia menyarankan para pejabat Amerika untuk berhenti membuat pernyataan sombong tentang kemenangan yang akan segera terjadi tanpa hasil nyata di lapangan.

Upaya Menyerang Natanz Menunjukkan Kelemahan Trump

Sementara itu, majalah Jerman Focus juga menulis bahwa upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir damai Natanz Iran menunjukkan ketidakmampuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melanjutkan perang dengan Iran.

Dalam majalah tersebut, dengan nada sinis, tertulis bahwa “Trump tidak dapat menawarkan sesuatu yang lebih bodoh dari ini!”(sl)